Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home HasilProduksi

Hasil Panen Food Estate di Garut Siap Pasok Kebutuhan Idul Fitri

admin by admin
13 April 2022
in HasilProduksi
0 0
0
Hasil Food Estate Hortikultura Garut Siap Pasok Kebutuhan Selama Ramadan dan Idul Fitri

Hasil Food Estate Hortikultura Garut Siap Pasok Kebutuhan Selama Ramadan dan Idul Fitri

0
SHARES
21
VIEWS

Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai garda terdepan pengambil keputusan terkait hal-hal yang langsung berdampak dengan urusan 273 juta perut penduduk Indonesia, terus memantau pasokan 12 bahan pangan pokok, termasuk bawang merah dan cabai. Hal ini karena kekhawatiran harga komoditas akan naik jelang Idul Fitri.

Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan terlibat langsung dalam memastikan ketersediaan bawang merah, cabai, dan kentang di lokasi Food Estate Kabupaten Garut, Sabtu (9/4/2022). Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menegaskan pihaknya terus meningkatkan produksi komoditas hortikultura terutama melalui program food estate yang diarahkan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Sesuai arahan Bapak Mentan, kami telah melakukan upaya peningkatan produksi pangan melalui program food estate. Konsep bisnis juga sudah berjalan dan semua hasil produksi sudah diterima dengan dukungan KUR dari perbankan. Jadi, ini menjadi satu sistem yang saling berkaitan,” ujarnya saat panen perdana kentang industri di Desa Karamat Jaya, Kecamatan Cisurupan.

Lokasi food estate seluas 50 hektare kentang industri tersebut telah dipersiapkan untuk menyuplai kebutuhan kentang industri dengan harga pembelian senilai Rp 7.650 per kilogram.

“Alhamdulillah panennya sangat bagus dengan hasil mencapai 20 ton per hektare. Ke depannya, kami berharap dapat terus meningkatkan produksi untuk mengurangi ketergantungan impor kentang industri,” kata Garut Beny Yoga Gunasantika, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang juga hadir bersamanya.

Pada 2021, luas panen menjadi 6.889 hektar dan output 160.945 ton. Dukungan dari industri benih kentang yang ada di Kabupaten Garut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi kentang khususnya industri kentang.

Selain panen kentang, Dirjen Hortikultura juga meninjau langsung pertanaman cabai di Kebun Eptilu Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug. “Stok cabai kita aman sampai hari raya Lebaran dan masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus memonitor  sayuran terutama cabai untuk kebutuhan Idul Fitri dan kebutuhan sehari-hari,” tegas Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura.

Peninjauan tidak hanya dilakukan untuk kentang dan cabai, Dirjen Hortikultura didampingi Bupati Garut, Rudy Gunawan turun langsung ke lokasi Food Estate komoditas bawang merah di Desa Suka Karya, Kecamatan Samarang.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat mendukung program food estate yang telah berjalan di Kabupaten Garut. Food estate ini merupakan hal yang harus selalu dikembangkan sebagai contoh kerjasama yang baik antara petani, dinas teknis di kabupaten, dengan Kementrian Pertanian yang mempunyai kebijakan,” kata Rudy.

“Kerja sama ini juga didukung oleh pengusaha dan peneliti. Ini sangat bagus. Artinya ada korelasi antara dinas teknis yang mendapatkan proyek yang direncanakan, yang kemudian didukung dengan anggaran yang sesuai dan bimbingan dari pusat. Korelasi ini saling menguntungkan,” imbuhnya.

Kabupaten Garut juga menyatakan siap memasok kebutuhan hortikultura ibukota dan kota besar lainnya selama bulan Ramadhan. “Hari ini, saya Bupati Garut melakukan panen bawang merah bersama Bapak Dirjen untuk memasok kebutuhan bawang merah di Hari Raya Idul Fitri. Di Garut kurang lebih (ada lahan) 300 hektar yang tersedia untuk panen,” tambahnya.

Pada akhir kunjungannya, di lokasi pembibitan kentang PT. Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS), Kecamatan Karangtengah, Anton meyakini kesuksesan food estate di Kabupaten Garut dapat dilakukan di lokasi lainnya.

“Food Estate dapat berhasil karena dukungan penuh dari Bapak Bupati dan jajarannya serta para petani yang terlibat menjadi modal utama suksesnya program super prioritas ini. Kami berharap keberhasilan food estate ini dapat dikembangkan juga di sentra hortikultura lainnya,” jelas Anton.

Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai garda terdepan pengambil keputusan terkait hal-hal yang langsung berdampak dengan urusan 273 juta perut penduduk Indonesia, terus memantau pasokan 12 bahan pangan pokok, termasuk bawang merah dan cabai. Hal ini karena kekhawatiran harga komoditas akan naik jelang Idul Fitri.

Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan terlibat langsung dalam memastikan ketersediaan bawang merah, cabai, dan kentang di lokasi Food Estate Kabupaten Garut, Sabtu (9/4/2022). Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menegaskan pihaknya terus meningkatkan produksi komoditas hortikultura terutama melalui program food estate yang diarahkan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Sesuai arahan Bapak Mentan, kami telah melakukan upaya peningkatan produksi pangan melalui program food estate. Konsep bisnis juga sudah berjalan dan semua hasil produksi sudah diterima dengan dukungan KUR dari perbankan. Jadi, ini menjadi satu sistem yang saling berkaitan,” ujarnya saat panen perdana kentang industri di Desa Karamat Jaya, Kecamatan Cisurupan.

Lokasi food estate seluas 50 hektare kentang industri tersebut telah dipersiapkan untuk menyuplai kebutuhan kentang industri dengan harga pembelian senilai Rp 7.650 per kilogram.

“Alhamdulillah panennya sangat bagus dengan hasil mencapai 20 ton per hektare. Ke depannya, kami berharap dapat terus meningkatkan produksi untuk mengurangi ketergantungan impor kentang industri,” kata Garut Beny Yoga Gunasantika, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang juga hadir bersamanya.

Pada 2021, luas panen menjadi 6.889 hektar dan output 160.945 ton. Dukungan dari industri benih kentang yang ada di Kabupaten Garut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi kentang khususnya industri kentang.

Selain panen kentang, Dirjen Hortikultura juga meninjau langsung pertanaman cabai di Kebun Eptilu Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug. “Stok cabai kita aman sampai hari raya Lebaran dan masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus memonitor  sayuran terutama cabai untuk kebutuhan Idul Fitri dan kebutuhan sehari-hari,” tegas Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura.

Peninjauan tidak hanya dilakukan untuk kentang dan cabai, Dirjen Hortikultura didampingi Bupati Garut, Rudy Gunawan turun langsung ke lokasi Food Estate komoditas bawang merah di Desa Suka Karya, Kecamatan Samarang.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat mendukung program food estate yang telah berjalan di Kabupaten Garut. Food estate ini merupakan hal yang harus selalu dikembangkan sebagai contoh kerjasama yang baik antara petani, dinas teknis di kabupaten, dengan Kementrian Pertanian yang mempunyai kebijakan,” kata Rudy.

“Kerja sama ini juga didukung oleh pengusaha dan peneliti. Ini sangat bagus. Artinya ada korelasi antara dinas teknis yang mendapatkan proyek yang direncanakan, yang kemudian didukung dengan anggaran yang sesuai dan bimbingan dari pusat. Korelasi ini saling menguntungkan,” imbuhnya.

Kabupaten Garut juga menyatakan siap memasok kebutuhan hortikultura ibukota dan kota besar lainnya selama bulan Ramadhan. “Hari ini, saya Bupati Garut melakukan panen bawang merah bersama Bapak Dirjen untuk memasok kebutuhan bawang merah di Hari Raya Idul Fitri. Di Garut kurang lebih (ada lahan) 300 hektar yang tersedia untuk panen,” tambahnya.

Pada akhir kunjungannya, di lokasi pembibitan kentang PT. Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS), Kecamatan Karangtengah, Anton meyakini kesuksesan food estate di Kabupaten Garut dapat dilakukan di lokasi lainnya.

“Food Estate dapat berhasil karena dukungan penuh dari Bapak Bupati dan jajarannya serta para petani yang terlibat menjadi modal utama suksesnya program super prioritas ini. Kami berharap keberhasilan food estate ini dapat dikembangkan juga di sentra hortikultura lainnya,” jelas Anton.

Tags: KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Previous Post

Kementan Memantau Stok Pangan di Pasar Tradisional

Next Post

Kementan Pantau Pendampingan Petani Milenial di Kalsel

admin

admin

Next Post
BPPSDMP Kementan pantau langsung pendampingan program YESS di Kalsel

Kementan Pantau Pendampingan Petani Milenial di Kalsel

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz