Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Upaya Zero ODOL 2027: Menjaga Infrastruktur dan Keselamatan di Jalan Nasional

Geralda Talitha by Geralda Talitha
20 Mei 2026
in Jaga Negeri
0 0
0
strategi penanganan kendaraan over dimension overload (ODOL) di Indonesia
0
SHARES
16
VIEWS

Kerusakan jalan nasional akibat truk bermuatan berlebih telah menjadi masalah serius yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi negara. Setiap hari, aspal jalan cepat rusak, jembatan menanggung beban berlebih, dan risiko kecelakaan meningkat signifikan. Melihat hal tersebut, Korlantas Polri kini fokus pada agenda Zero ODOL 2027, sebuah upaya strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai operasi penertiban, tetapi juga sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur dan keselamatan publik.

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., selaku Kakorlantas Polri, menegaskan pentingnya menjaga jalan nasional sebagai aset negara. “Jalan nasional adalah aset negara yang harus dijaga bersama,” ujarnya, menggarisbawahi kebutuhan komitmen lintas sektor agar agenda Zero ODOL dapat terwujud dengan sukses.

Beban kendaraan over dimension and overload (ODOL) telah mempercepat kerusakan permukaan jalan dan struktur jembatan yang sesungguhnya dirancang mengikuti batas kapasitas tertentu. Dampak nyata berupa lubang di jalan nasional, aspal bergelombang, hingga perusakan jembatan, menjadi rutinitas yang menuntut pengeluaran anggaran besar untuk perbaikan yang tidak kunjung selesai.

Irjen Agus menekankan bahwa pendekatan penanganan ODOL sudah bergeser dari sekadar penegakan hukum lalu lintas menjadi strategi jangka panjang untuk melindungi infrastruktur vital negara. Pendekatan ini mengkombinasikan edukasi, digitalisasi pengawasan, serta penguatan koordinasi lintas lembaga agar kesadaran bersama bisa terbangun antara pelaku usaha, pengemudi, dan masyarakat luas.

Strategi pengawasan modern juga dilengkapi teknologi seperti ETLE dan Weight in Motion yang diintegrasikan dalam operasional penegakan hukum guna mendukung objektivitas dan efektivitas dalam memberantas praktik ODOL. Akan tetapi, Irjen Agus mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sarana. “Yang paling utama tetaplah membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat,” katanya.

Persoalan ODOL tak hanya mengancam infrastruktur, tetapi juga berimbas pada efisiensi logistik dan aktivitas ekonomi nasional. Kendaraan yang membawa muatan berlebih berjalan lebih lambat, meningkatkan kemacetan, memperbesar risiko kecelakaan dengan dampak fatal, serta mengganggu distribusi barang antarwilayah.

Selain itu, jalan yang rusak akibat ODOL menyebabkan waktu perjalanan menjadi lebih panjang dan berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus menghadapi kondisi jalan berlubang yang membahayakan keselamatan mereka.

Pendekatan humanis yang diterapkan Polantas dalam memberikan edukasi kepada para pelaku usaha dan sopir mengajak mereka memahami bahwa muatan berlebih tidak hanya membahayakan kendaraan mereka sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Transformasi budaya transportasi ini vital agar perubahan berkelanjutan dapat terwujud tanpa menimbulkan resistensi sosial.

Jalan raya merupakan ruang hidup dan simbol keberlangsungan ekonomi masyarakat. Kerusakan yang berkelanjutan tidak hanya menghambat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga mempertaruhkan keselamatan publik. Oleh karena itu, menjaga infrastruktur jalan nasional sebenarnya juga berarti menjaga keselamatan seluruh warga negara.

Korlantas Polri memahami bahwa mencapai Zero ODOL pada tahun 2027 membutuhkan kerja sama lintas sektor serta perubahan paradigma nasional. Pengawasan, penegakan hukum, dan pendidikan publik dijalankan bersamaan guna menciptakan lingkungan transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Agenda Zero ODOL bukan sekadar masalah teknis atau administratif transportasi, melainkan upaya integral yang menggabungkan perlindungan aset negara, keselamatan masyarakat, dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional. Karena pada akhirnya, jalan perhubungan adalah urat nadi perjalanan hidup masyarakat yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan.

 

Tags: zero odol
Previous Post

Menuju Zero ODOL 2027, Korlantas Kedepankan Komunikasi dan Edukasi Publik

Next Post

Korlantas Polri Raih Apresiasi atas Keberhasilan Operasi Ketupat 2026

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
keberhasilan Korlantas Polri dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026

Korlantas Polri Raih Apresiasi atas Keberhasilan Operasi Ketupat 2026

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz