Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Operasi Ketupat 2026: Kepemimpinan Tegas dan Kesiapan Lapangan Jadi Kunci Keberhasilan

Geralda Talitha by Geralda Talitha
24 April 2026
in Jaga Negeri
0 0
0
0
SHARES
26
VIEWS

 

Dalam forum Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Hotel Padma Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 23 April 2026, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut sangat bergantung pada ketegasan dan kehadiran langsung pimpinan di lapangan. Acara yang dibuka langsung oleh Irjen Agus ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menhub Dudy Purwagandhi, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej, serta Direktur Utama beberapa BUMN seperti PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Jasa Marga, dan PT Jasa Raharja.

Para akademisi dan pakar transportasi juga turut hadir menjadi pemateri dalam forum ini, contohnya Darmaningtyas, Tri Tjahjono, dan Guru Besar STIK Prof Albertus Wahyurudhanto. Selain itu, seluruh pejabat utama Korlantas Polri dan para Direktur Lalu Lintas dari seluruh Indonesia turut ambil bagian.

Dalam arahannya, Irjen Agus menekankan bahwa indikator utama kesuksesan Operasi Ketupat bukan hanya kecepatan kendaraan, melainkan kelancaran arus lalu lintas di semua jalur mulai dari jalan tol, jalan arteri, hingga penyeberangan pelabuhan. “Yang kita ukur adalah kelancaran, bukan kecepatan. Ini penting agar mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Keselamatan dan keamanan juga menjadi perhatian utama. Dia mengajak jajaran kepolisian turun langsung agar situasi kamtibmas tetap kondusif terutama saat puncak arus mudik dan balik. “Momentum ini harus aman, tidak hanya lalu lintas tetapi juga keamanan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Irjen Agus pun menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dan menyesuaikan dinamika di lapangan dalam mengambil keputusan rekayasa lalu lintas. Menurutnya, penggunaan predictive traffic policing dan manajemen berbasis data merupakan kunci pengelolaan kendaraan yang efektif.

Penghargaan diberikan kepada jajaran Polda Lampung atas keberhasilannya dalam mengendalikan kendaraan sumbu tiga selama operasi, dengan penegasan bahwa kendaraan sumbu tiga tidak diizinkan melintas demi kelancaran arus mudik dan balik. “Kebijakan sudah jelas, tidak boleh ada kendaraan sumbu tiga yang melintas. Ini harus didukung penuh,” tegas Irjen Agus.

Komunikasi publik yang efektif juga mendapat sorotan. Irjen Agus menyebut peran media dan akademisi sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Dari sisi keselamatan, selama Operasi Ketupat terjadi penurunan angka kecelakaan dan fatalitas. Infrastruktur seperti jalan tol fungsional juga membantu memperlancar arus lalu lintas.

Kepemimpinan lapangan menjadi poin utama di mana seluruh pimpinan mulai pusat hingga daerah wajib hadir dan aktif mengendalikan situasi. “Leadership itu kunci. Semua harus turun, mulai dari pusat hingga daerah,” ujar Irjen Agus.

Dia mengingatkan kembali bahwa Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan yang butuh respons cepat terhadap berbagai situasi seperti kepadatan di rest area dan jalur lintas. Oleh sebab itu, tidak hanya perencanaan yang matang tetapi juga konsistensi pelaksanaan di lapangan sangat diperlukan.

Untuk Operasi Ketupat tahun 2026, dia menginstruksikan seluruh jajaran bersikap tegas dalam pengawasan dan penegakan aturan. Ketegasan menurutnya menjadi faktor penentu kelancaran arus mudik dan balik.

Lebih lanjut, Irjen Agus mengapresiasi contoh kepemimpinan langsung di lapangan yang telah ditunjukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keberhasilan operasi ini tak terlepas dari keterlibatan aktif para pimpinan dari Polri dan kementerian terkait. “Yang penting adalah leadership, jadi Pak Menteri turun, Pak Kapolri turun, dan kita semuanya turun,” jelasnya.

Menurut Irjen Agus, kehadiran pimpinan secara langsung bisa mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan. Meski koordinasi lintas sektor sangat vital, tindakan nyata di lapangan tetap tak bisa diabaikan.

“Tahun 2025 sudah bagus, tahun 2026 harus meningkat, tahun 2027 sempurna,” tegas Kakorlantas menutup forum dengan tekad meningkatkan kinerja Operasi Ketupat dari tahun ke tahun.

 

 

Tags: operasi ketupat
Previous Post

Anev Operasi Ketupat 2026 Dibuka di Semarang, Kakorlantas Tekankan Kunci Sukses Mudik Aman

Next Post

Wamenkum Prof Eddy Tegaskan Pentingnya Empati dan Keadilan Restoratif dalam Penegakan Hukum Lalu Lintas

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
penegakan hukum lalu lintas dengan keadilan restoratif

Wamenkum Prof Eddy Tegaskan Pentingnya Empati dan Keadilan Restoratif dalam Penegakan Hukum Lalu Lintas

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz