Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Harga Kedelai Mahal, 160.000 Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi

doddodydod by doddodydod
6 Januari 2021
in Info Petani
0 0
0
Harga Kedelai Mahal, 160.000 Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi
0
SHARES
4
VIEWS

Jakarta –

Sebanyak 160.000 produsen atau perajin tahu-tempe mogok produksi selama 3 hari, sejak (1/1) kemarin sampai besok, (3/1). Aksi tersebut merupakan buntut dari mahalnya harga kedelai, akan tetapi para produsen kesulitan menaikkan harga tahu-tempe di pasar.

“Lebih kurang 90% dari jumlah perajin tahu tempe (di Indonesia) mogok produksi. (Jumlahnya) 160.000 perajin),” ungkap Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (2/1/2021).

Aip menjelaskan, selama pandemi ini harga kedelai memang melonjak drastis. Normalnya, harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe ada di kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (Kg) per Maret-April 2020 lalu. Kini, harganya naik menjadi sekitar Rp 9.500/Kg.

Meski harga bahan baku naik drastis, harga tahu-tempe sulit dinaikkan di pasar. Hal ini pun menjadi beban bagi para produsen. “Untuk itu perajin tempe tahu ingin menaikkan harga. Di masa pandemi ini semua kan susah,” kata

Aksi mogok itu juga tertuang dalam Surat Edaran Gakoptindo nomor 190/E-Gakoptindo/XII/2020. Dalam surat itu, tertuang juga keputusan para perajin tahu-tempe di sejumlah daerah untuk menghentikan produksi selama 3 hari.

“Daerah yang berhenti produksi semua, hampir seluruh Indonesia. Karena kenaikannya (kedelai) di seluruh Indonesia. Naik semua, di NTB (Nusa Tenggara Barat), Kalimantan, Sumatera itu naik,” ujar Aip.

Ia menjelaskan, sebelumnya para produsen sudah berupaya menaikkan harga jual tahu-tempe secara individual ketika dijual ke pedagang pasar atau ke konsumen langsung. Namun, praktiknya di lapangan tak berjalan mulus.

“Hubungan kami, perajin dengan pedagang pasar itu sudah puluhan tahun, jadi sudah seperti saudara. Dan ketika mau menaikkan itu susah karena mereka keberatan, apalagi melihat kondisi ekonomi lagi susah. Jadi mau menaikkan sendiri-sendiri kan susah, akhirnya kita sepakat kita berhenti dulu produksi,” tutur dia.

Aip mengatakan, para perajin tahu-tempe baru akan memulai produksi lagi pada Senin, (4/1) mendatang. Namun, harga jualnya akan berbeda, yakni naik maksimal 20%.

“Tahu-tempe yang di pasar sepotong kecil kan harganya Rp 2.500-3.000, itu beratnya 250 gram. Jadi satu Kg rata-rata Rp 11.000. Sedangkan daging Rp 100.000-an. Daging, telur, ikan, sayur-sayuran itu kan mau naik tidak masalah. Padahal gizi tempe tidak kalah. Kami ini hanya ingin naik paling tidak naik 10-20%, itu kira-kira Rp 14.000-15.000/Kg,” tutup Aip.

(fdl/fdl)

Previous Post

Bahan Baku Naik Tiap Hari, Perajin Tempe di Surabaya Ikut Mogok Produksi

Next Post

Harga Kedelai Naik, Mentan-Pangdam Jaya Cek Pasokan Tempe-Tahu di Kalideres

doddodydod

doddodydod

Next Post
Harga Kedelai Naik, Mentan-Pangdam Jaya Cek Pasokan Tempe-Tahu di Kalideres

Harga Kedelai Naik, Mentan-Pangdam Jaya Cek Pasokan Tempe-Tahu di Kalideres

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
E-TLE Drone Patrol Presisi Korlantas 1

Korlantas Polri Terapkan e-TLE Drone Patrol untuk Tindak Kendaraan Parkir di Bahu Jalan

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
E-TLE Drone Patrol Presisi Korlantas 1

Korlantas Polri Terapkan e-TLE Drone Patrol untuk Tindak Kendaraan Parkir di Bahu Jalan

13 Januari 2026
bulog serap 3 juta ton beras

Bulog Targetkan Serap 3 Juta Ton Beras di Semester I 2026 untuk Jaga Stabilitas Pangan

12 Januari 2026
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

31 Desember 2025
Zulkifli Hasan

Menko Pangan Siapkan Cadangan Pangan Pemerintah 2026, Antisipasi Produksi Tinggi dan Program MBG

30 Desember 2025

Berita Pilihan

Zulkifli Hasan

Menko Pangan Siapkan Cadangan Pangan Pemerintah 2026, Antisipasi Produksi Tinggi dan Program MBG

30 Desember 2025
swasembada pangan

Dukung Swasembada Pangan 2025, Bulog Ajukan Penyesuaian Margin Fee Penugasan

30 Desember 2025
Hadapi Lonjakan Mobilitas, Korlantas Perkuat Pengamanan Tahun Baru

Hadapi Lonjakan Mobilitas, Korlantas Perkuat Pengamanan Tahun Baru

29 Desember 2025
lalu lintas nataru 2025

Korlantas Polri Tingkatkan Sinergi Lintas Sektor Jelang Nataru 2025

23 Desember 2025
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz