Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Korlantas Ubah Paradigma Lalu Lintas, Fokus pada Keselamatan Manusia

Geralda Talitha by Geralda Talitha
13 Mei 2026
in Jaga Negeri
0 0
0
pembangunan lalu lintas yang manusiawi di kota
0
SHARES
27
VIEWS

 

Dalam suasana kota yang sibuk, banyak pengguna jalan masih harus berjuang keras demi keselamatan dan kenyamanan mereka. Kondisi ini terutama dirasakan oleh pejalan kaki dan pesepeda yang sering mendapat perlakuan kurang adil di ruang publik. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyoroti keprihatinan ini sebagai bagian dari tantangan besar dalam membentuk peradaban jalan yang menjunjung tinggi rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Agus mengingatkan bahwa jalan bukanlah milik kendaraan semata, melainkan hak semua warga untuk menggunakan ruang secara adil dan aman. “Jalan bukan hanya milik kendaraan, tapi milik seluruh masyarakat,” ungkapnya, menegaskan pentingnya pembangunan sistem lalu lintas yang mengedepankan sisi humanis.

Revolusi dalam kebijakan lalu lintas kini menggeser fokus dari semata kelancaran kendaraan ke pembangunan ruang jalan yang lebih ramah dan berorientasi pada manusia. Perubahan ini diperlukan mengingat kota modern bukan hanya soal infrastruktur cepat, melainkan juga tentang seberapa aman dan nyaman warga saat berada di ruang publik.

Secara nyata, jalan raya adalah ruang bersama yang diisi oleh pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor, dan pengemudi mobil, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Masing-masing memiliki hak yang seimbang untuk merasa aman. Namun, kondisi di banyak kota menunjukkan ketimpangan perlindungan; trotoar rusak, minimnya jalur pesepeda yang aman, dan dominasi kendaraan bermotor menjadi tantangan yang harus diatasi.

Dalam pandangannya, masalah ini bukan sekadar teknis, tetapi merupakan persoalan sosial yang perlu penanganan serius. Polantas sebagai penegak aturan lalu lintas mulai mengadopsi pendekatan yang berpusat pada manusia, mempertimbangkan keselamatan seluruh pengguna jalan, bukan hanya kendaraan bermotor.

Menurut pemberitaan Polrinews, keselamatan lalu lintas harus menjadi tanggung jawab bersama dan bukan eksklusif bagi pengendara bermotor. Ini menandai pergeseran paradigma bahwa jalan kini dilihat sebagai ruang hidup masyarakat yang harus dilindungi dengan adil.

Irjen Agus menegaskan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi bagi bangsa. Jalan yang aman untuk semua membawa kota menuju kualitas hidup sosial yang lebih baik dan manusiawi. Sebaliknya, jika jalan hanya mengakomodasi kendaraan tertentu, ketimpangan sosial akan semakin melebar di ruang publik.

Konsep keadilan di jalan terlihat dari kemampuan pejalan kaki menyeberang dengan aman, tersedianya ruang layak bagi pesepeda, serta keteraturan akses untuk kendaraan umum. Keadilan berarti tidak ada kelompok pengguna jalan yang mendominasi ruang, melainkan semuanya memperoleh perlakuan yang setara.

Polantas memiliki peran lebih dari sekedar pengatur lalu lintas; mereka menjadi mediator sosial yang menyeimbangkan hak antar pengguna jalan di tengah dinamika perkotaan yang semakin padat. Dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat, potensi konflik antar pengguna jalan memerlukan pendekatan yang tidak hanya teknis, tapi juga sosial.

Menurut Korlantas Polri, pelayanan humanis menjadi fondasi dalam menjalankan tugas, di mana polisi lalu lintas tidak hanya bertindak sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan warga saat beraktivitas di jalan.

Agus menggarisbawahi bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polantas tumbuh dari pengalaman dilindungi, didengar, dan diperlakukan dengan adil, bukan semata-mata dari aturan hukum. Pengalaman positif ini penting membangun budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan.

Dalam pemahaman modern mengenai kepolisian lalu lintas, fungsi Polantas melampaui menjaga kelancaran kendaraan. Mereka menjaga keseimbangan sosial di ruang jalan, memastikan semua kepentingan bertemu tanpa mengorbankan keselamatan siapapun.

Kota modern sebenarnya diukur berdasarkan seberapa manusiawi infrastrukturnya. Tidak hanya dilihat dari kemegahan jalan tol atau teknologi transportasi, melainkan dari kemampuan menyediakan ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda, dan kelompok rentan.

Irjen Agus menegaskan bahwa pembangunan sistem lalu lintas Indonesia harus selaras dengan visi kota yang manusiawi. Lalu lintas mencerminkan kultur bangsa, dan cara masyarakat menghormati ruang bersama menunjukkan tingkat penghargaan terhadap kehidupan sosial.

Mewujudkan jalan yang aman menjadi bagian pembangunan peradaban, bukan sekadar persoalan teknis. Jalan yang manusiawi adalah ruang di mana keselamatan lebih diutamakan daripada ego kendaraan, menciptakan posisi ruang jalan sebagai ruang hidup bersama.

Pada akhirnya, jalan raya merupakan gambaran kecil kehidupan sosial bangsa, penuh dengan interaksi, disiplin, dan empati. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama agar ruang jalan bisa dinikmati bersama secara adil dan aman.

Kata-kata Irjen Agus kembali mengingatkan bahwa tidak ada jalan yang aman tanpa kesadaran bersama: “Jalan bukan hanya milik kendaraan, tapi milik seluruh masyarakat.” Pesan ini bukan hanya soal lalu lintas, melainkan cerminan bagaimana negara menghormati manusia di ruang publik.

Kota yang baik adalah kota yang mampu memberi rasa aman dan memberikan hak yang setara untuk kembali ke rumah dengan selamat, terlepas dari apakah seseorang adalah pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara. Ketika jalan menjadi lebih manusiawi, di sinilah kualitas sebuah bangsa dapat terlihat dengan jelas.

 

Previous Post

Code of Ashes Tawarkan Konsep Futuristik Berbeda di Album Ascent

Next Post

Korlantas Ajak Masyarakat Bangun Budaya Saling Menghargai di Jalan

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
membangun empati sosial di jalan raya untuk keselamatan lalu lintas

Korlantas Ajak Masyarakat Bangun Budaya Saling Menghargai di Jalan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz