Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Korlantas Ajak Masyarakat Bangun Budaya Saling Menghargai di Jalan

Geralda Talitha by Geralda Talitha
13 Mei 2026
in Jaga Negeri
0 0
0
membangun empati sosial di jalan raya untuk keselamatan lalu lintas
0
SHARES
15
VIEWS

Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dinamika di jalan raya, kesabaran serta rasa saling menghormati sering kali menjadi penentu utama keselamatan bersama. Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Kakorlantas Polri, menyatakan bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada aturan dan infrastruktur, melainkan lebih pada perilaku manusia yang mampu menghargai orang lain. “Keselamatan di jalan dimulai dari kemampuan kita menghargai orang lain,” ungkapnya dalam berbagai kesempatan menjelaskan arah transformasi layanan Polantas menjadi lebih berorientasi pada aspek kemanusiaan.

Pemahaman akan pentingnya empati di jalan raya diwujudkan dalam berbagai program Polantas yang kini mengedepankan pendekatan humanis dikombinasikan dengan data yang akurat. Namun, tanpa kesadaran sosial dari masyarakat, usaha ini tidak akan optimal. Oleh karena itu, Korlantas Polri mendorong agar kepatuhan hukum tidak semata dijadikan fokus utama, melainkan juga ditanamkan rasa empati sosial pada setiap pengguna jalan.

Salah satu contoh konkret penerapan empati ini adalah prioritas bagi ambulans. Meski prinsip ini sederhana, kenyataannya masih sulit diterapkan karena banyak pengendara yang enggan memberi ruang bahkan ikut menempel di belakang ambulans demi keuntungan pribadi. Padahal, di dalam ambulans tersebut bisa jadi terdapat nyawa yang sedang dipertaruhkan dan keluarga yang mengharap penanganan cepat di rumah sakit. Program edukasi humanis dari Polantas tidak hanya menerangkan aturan prioritas kendaraan darurat, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan yang terkandung di balik aturan tersebut.

Perubahan pola layanan Polantas kini membuat polisi lalu lintas tidak hanya menjadi penegak aturan, melainkan juga pengingat bahwa jalan adalah ruang hidup bersama yang mengutamakan rasa saling menghormati. Dalam laporan Tribunnews soal perubahan citra Polantas, Irjen Agus menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas harus mencerminkan sisi kemanusiaan agar bukan sekadar mengatur kendaraan, melainkan membangun kesadaran sosial masyarakat.

Empati di jalan muncul dalam tindakan sederhana yang mungkin terlewatkan, seperti memberi kesempatan bagi kendaraan lain berbelok, menurunkan kecepatan untuk pejalan kaki, serta menghindari klakson berlebihan saat macet. Tindakan-tindakan kecil ini mencerminkan kultur lalu lintas sebuah bangsa. Menurut Irjen Agus, penghormatan terhadap pengguna jalan lain harus menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, transformasi pelayanan Polantas beralih ke metode persuasif dan edukatif.

Pendekatan humanis Polantas ini diapresiasi oleh analis komunikasi publik dalam artikel Antara Ambon yang menilai bahwa polisi kini lebih banyak membangun ikatan emosional dengan masyarakat, termasuk komunitas pengendara ojek online, pelajar, dan pengguna jalan lainnya. Tidak sekadar menegakkan aturan, komunikasi soal etika dan saling menghargai mulai menjadi fokus utama. Hal ini menunjukkan pemahaman bahwa masalah lalu lintas juga merupakan masalah hubungan antar manusia.

Kesabaran menjadi aspek penting dalam mengelola emosi yang sering memanas ketika terjebak kemacetan. Irjen Agus menyoroti bahwa keselamatan di jalan sangat dipengaruhi oleh pengendalian emosi masyarakat. Oleh karena itu, Polantas mengedepankan pelayanan humanis sehingga polisi tidak hanya sebagai pengawas tapi juga figur yang menenangkan situasi. Dalam laporan Mediahub Polri mengenai inisiatif “Polantas Menyapa dan Melayani”, ia mengatakan bahwa sikap sabar dan saling menghormati membuat suasana jalan lebih aman dan terhindar dari konflik meluas.

Transformasi Polantas yang paling signifikan bukan terletak pada teknologi, melainkan pada perubahan perspektif terhadap masyarakat. Model kepolisian kini bertransformasi menjadi pelayanan publik berbasis empati sosial. Polisi tidak lagi hanya mengawasi pelanggaran, tapi juga membangun hubungan antar sesama pengguna jalan. Artikel Polrinews menampilkan bahwa pendekatan humanis ini mengokohkan kepercayaan publik karena masyarakat merasa lebih dipahami daripada sekadar diawasi.

Program edukasi oleh Polantas kini menekankan nilai empati sosial dengan anggota yang aktif berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat guna memahami kebutuhan mereka. Hal ini menandai arah baru dalam institusi lalu lintas Indonesia di mana jalan mulai dilihat sebagai ruang sosial yang mengajarkan bagaimana hidup bersama dengan saling menghormati.

Irjen Agus menyampaikan bahwa membangun budaya keselamatan memerlukan sentuhan kemanusiaan yang mendalam, sebab kepatuhan sejati tidak berasal dari rasa takut tetapi dari kesadaran moral. Ia mengingatkan kembali dengan kalimat, “Keselamatan di jalan dimulai dari kemampuan kita menghargai orang lain,” yang sederhana namun penuh makna.

Pada akhirnya, keselamatan lalu lintas tidak hanya soal kepatuhan aturan tetapi juga cerminan cara manusia dalam memperlakukan sesamanya di ruang publik. Ketika empati tumbuh—pengendara rela memberi ruang ambulans, masyarakat bersabar menghadapi kemacetan, dan pengguna jalan saling menghormati—maka sejatinya masyarakat sedang membangun sebuah peradaban di jalan raya.

 

Previous Post

Korlantas Ubah Paradigma Lalu Lintas, Fokus pada Keselamatan Manusia

Next Post

Kakorlantas Polri Siapkan Pengamanan 24 Jam untuk Libur Kenaikan Isa Almasih 2026

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
libur kenaikan isa al-masih 2026 keselamatan berlalu lintas

Kakorlantas Polri Siapkan Pengamanan 24 Jam untuk Libur Kenaikan Isa Almasih 2026

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz