Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Polantas sebagai Garda Terdepan Menjaga Keadilan di Ruang Jalan Raya

Geralda Talitha by Geralda Talitha
30 April 2026
in Jaga Negeri
0 0
0
ketertiban lalu lintas sebagai keadilan sosial
0
SHARES
29
VIEWS

Ketika pejalan kaki merasa aman menyeberang dan pengendara kendaraan kecil bisa melintas tanpa terganggu oleh kendaraan besar, itulah gambaran keadilan yang dijaga oleh Polisi Lalu Lintas. Jalan raya bukan semata ruang fisik aspal dan marka, melainkan ruang sosial yang penuh interaksi di mana hak dan kewajiban pengguna harus dihormati secara setara.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., pengaturan lalu lintas harus berdasar keadilan, ketertiban, dan mengutamakan keselamatan bersama. “Di jalan, semua setara—dan itu yang kami jaga,” tegasnya. Prinsip tersebut menjadi landasan untuk mengubah wajah kepolisian lalu lintas dari sekadar pengatur kendaraan menjadi penjaga fairness dalam ruang publik yang paling banyak digunakan masyarakat.

Seringkali aturan lalu lintas dipahami masyarakat hanya sebagai larangan-larangan seperti tidak menerobos lampu merah atau tidak parkir sembarangan. Padahal, setiap aturan memiliki tujuan untuk melindungi hak pengguna jalan lain. Contohnya, lampu merah berfungsi sebagai mekanisme berbagi giliran, marka jalan menandai batas keselamatan, dan zebra cross menegaskan hak pejalan kaki yang juga merupakan pengguna jalan.

Dengan begitu, ketertiban lalu lintas identik dengan keadilan sosial yang memastikan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak dengan aman dan mencapai tujuan. Bukan kendaraan besar atau suara sirene keras yang lebih berhak, melainkan kesetaraan dalam aturan dan perlindungan.

Keadilan juga tercermin dalam perilaku di jalan: motor menunggu lampu hijau bersama mobil mewah, truk memberi jalan pada ambulans, dan pengemudi mobil berhenti ketika pejalan kaki menyeberang. Aturan berlaku tanpa pandang bulu, dan di sinilah peran Polantas menjadi krusial.

Ruang jalan merupakan milik bersama yang digunakan oleh beragam kelompok, mulai pekerja, pelajar, pedagang, ibu yang mengantar anak, hingga lansia. Oleh karena itu, kebijakan lalu lintas tidak boleh menguntungkan satu kelompok tertentu. Sayangnya, di banyak kota besar, dominasi kendaraan bermotor menggeser hak kelompok lain, seperti trotoar yang dipakai parkir liar atau sepeda yang terdesak.

Pendekatan baru yang diambil Polantas berfokus pada mengembalikan keseimbangan tersebut, bukan hanya menindak pelanggaran formal, tapi juga melindungi hak pengguna jalan yang selama ini terpinggirkan. Di berbagai daerah, Satlantas aktif mendorong edukasi keselamatan pejalan kaki, pentingnya helm untuk anak, penggunaan jalur sesuai fungsi, dan etika berbagi ruang jalan. Hal ini menegaskan bahwa hukum lalu lintas bukan hanya tentang menghukum, tapi mengajarkan kesetaraan.

Irjen Agus menilai lalu lintas sebagai wajah peradaban kota. Jika yang kuat selalu menang, jalan berubah menjadi arena egoisme. Namun ketika semua tunduk pada aturan yang sama, jalan menjadi ruang beradab.

Menjaga fairness di lapangan tidak mudah, petugas harus menghadapi kemacetan, emosi pengguna jalan, dan kebiasaan saling serobot yang masih kuat. Oleh sebab itu, Polantas membutuhkan legitimasi moral melalui tindakan adil dan konsisten, menindak pelanggaran tanpa pandang bulu, membantu siapa pun tanpa membeda-bedakan status sosial, dan mengatur arus dengan mengutamakan keselamatan bersama.

Sebagai contoh, Satlantas Polres Tabalong, Kalimantan Selatan, menerapkan pendekatan edukasi langsung dengan turun ke jalan membagikan spanduk dan penerangan keliling yang mengedukasi pengendara tentang pentingnya helm, sabuk pengaman, dan kepatuhan pada rambu-rambu. Program “Polantas Menyapa” juga menonjol dengan kegiatan dialog, imbauan, serta mendengarkan keluhan masyarakat. Cara ini menegaskan polisi bukan hanya penindak, tapi pengayom dan pendidik di masyarakat.

Menurut Irjen Agus, pelayanan Polantas harus menerapkan konsep presisi dan humanis, yakni penegakan hukum yang tegas sekaligus menghormati martabat warga. Polisi harus mampu menjadi komunikator dan problem solver, bukan hanya memberikan sanksi.

Lalu lintas merupakan ruang paling dekat antara negara dan rakyat. Perlakuan adil di jalan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada institusi. Sebaliknya, jika diskriminasi terjadi, jarak antara rakyat dengan negara akan melebar. “Kami tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi menjaga keselamatan dan rasa keadilan masyarakat,” ujar Irjen Agus.

Cara masyarakat berlalu lintas mencerminkan karakter sosialnya. Sabar dalam antrean menunjukkan budaya positif, hormat pada pejalan kaki menandakan peradaban suatu kota, dan kepatuhan pada aturan tanpa pengawasan menandakan kedisiplinan. Sebaliknya, kebiasaan menyerobot dan merasa paling berhak menandai krisis etika sosial di jalan.

Tugas Polantas jauh lebih dari mengurai kemacetan, mereka berperan sebagai pendidik karakter publik. Setiap teguran dan penindakan adalah proses pendidikan sosial yang dilakukan setiap hari. Konsistensi dalam hal ini mendorong budaya tertib dan kesadaran keselamatan bagi semua pengguna jalan.

Meski transformasi positif berlangsung, tantangan tetap ada, seperti pertumbuhan kendaraan yang tinggi dengan kapasitas jalan terbatas, budaya disiplin yang belum merata, dan tekanan ekonomi yang memicu terburu-buru. Selain itu, masih ada pengendara yang menuntut perlakuan khusus atau merasa pelanggaran kecil tidak masalah. Ini menjadi ujian integritas bagi Polantas.

Polantas harus berani menegakkan aturan tanpa pandang bulu dan menguatkan etika internal agar keadilan di jalan bukan hanya slogan. Polisi yang humanis harus tetap tegas, dan yang dekat dengan masyarakat harus tetap independen.

Pengalaman masyarakat dalam interaksi sehari-hari dengan Polantas, seperti saat mengurus SIM, ditilang, dibantu saat mogok, atau melihat pengaturan kemacetan, membentuk persepsi terhadap institusi negara. Bila Polantas terkesan adil, kepercayaan tumbuh, memperkuat legitimasi institusi negara.

Keadilan di jalan raya menjadi simbol keadilan yang lebih luas di ruang publik. Jalan adalah tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat, dari kaya hingga miskin, pejabat hingga buruh, mahasiswa hingga pensiunan, semua berbagi ruang yang sama.

Di ruang publik tersebut, demokrasi dijalankan sehari-hari dengan tunduk pada aturan yang sama dan memberikan perlindungan kepada yang lemah. Polisi lalu lintas hadir untuk memastikan hal itu dengan pengaturan, edukasi, pelayanan, dan penegakan hukum supaya ruang jalan tetap menjadi ruang yang adil bagi semua.

Pada akhirnya, ketertiban lalu lintas bukan hanya soal kelancaran kendaraan melaju, tetapi cerminan bagaimana bangsa menghargai kesetaraan hak warganya.

 

Previous Post

Polantas Kini Lebih Dekat dan Humanis: Perubahan yang Dirasakan Masyarakat

Next Post

Polisi Lalu Lintas Ajak Warga Aktif Ciptakan Lalu Lintas Tertib

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
kolaborasi polantas dan masyarakat dalam keselamatan lalu lintas

Polisi Lalu Lintas Ajak Warga Aktif Ciptakan Lalu Lintas Tertib

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz