Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home HasilProduksi

Pengamat Nilai Indonesia Berhasil Meningkatkan Produktivitas Padi dan Jagung

admin by admin
12 April 2022
in HasilProduksi
0 0
0
Pengamat Nilai Indonesia Berhasil Meningkatkan Produktivitas Padi dan Jagung

Indonesia Berhasil Meningkatkan Produktivitas Padi dan Jagung

0
SHARES
29
VIEWS

Beberapa pengamat menilai Indonesia telah berhasil meningkatkan produksi beras dan jagung dalam negeri.

Edi Santosa, Kepala Riset Kebijakan Pertanian Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), menilai upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan hasil panen padi dan jagung perlahan tapi pasti mulai menunjukkan hasil positif.

Hal ini terlihat dari data perhitungan BPS tahun 2019. Pada tahun tersebut produksi beras mencapai 5,11 t/ha, kemudian meningkat menjadi 5,13 t/ha pada tahun 2020 dan 5,22 t/ha pada tahun 2021.

Menurut Edi, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, peningkatan hasil panen padi dan jagung tidak terlepas dari pengembangan kualitas benih, penyediaan pupuk, dan penggunaan mesin pertanian.

“Saya kira peningkatan ini tidak lepas dari 3 hal itu tadi. Dan menurut saya inilah yang disebut pertanian maju, mandiri dan modern di bawah Menteri SYL,” ujar Guru Besar IPB tersebut, Jumat (8/4).

Edi menilai tantangan produksi padi saat ini tidaklah mudah. Selain itu, Indonesia dan seluruh dunia sedang menghadapi badai krisis pandemi yang berkepanjangan. Belum lagi adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak langsung pada kenaikan harga-harga.

“Indonesia adalah negara yang cukup berhasil dalam meningkatkan produksi padi dan jagung sehingga pasokannya selalu stabil, terutama di saat pandemi seperti saat ini,” ujarnya.

Menurut Program Pangan Dunia (FAO), pada tahun 2018, Indonesia menempati peringkat kedua dalam produktivitas di antara sembilan negara FAO penghasil beras di benua Asia. Di Asia, produktivitas Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam.

Produktivitas tertinggi adalah Vietnam dengan volume produksi mencapai 5,89 ton/hektar, disusul Indonesia 5,19 ton/hektar, Bangladesh 4,74 ton/hektar, Philipina 3,97 ton/hektar, India 3,88 ton/hektar, Pakistan 3,84 ton/hektar, Myanmar 3,79 ton/hektar, Kamboja 3,57 ton/hektar dan Thailand 3.l,09 ton/hektar.

“Oleh karena itu, keberhasilan ini perlu kita dukung bersama agar ke depan Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaulat atas pangannya sendiri,” ujarnya.

Secara terpisah, pengamat pangan dari Universitas Brawijaya, Mangku Purnomo, mengapresiasi keberhasilan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras dan jagung di seluruh tanah air. Baginya, keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara agraris yang sangat kuat yang bisa diabaikan di kancah internasional.

“Yang pasti, kita telah menunjukkan kepada negara-negara di dunia bahwa kita adalah negara agraris terkuat yang memiliki potensi besar di sektor pertanian,” katanya.

Beberapa pengamat menilai Indonesia telah berhasil meningkatkan produksi beras dan jagung dalam negeri.

Edi Santosa, Kepala Riset Kebijakan Pertanian Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), menilai upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan hasil panen padi dan jagung perlahan tapi pasti mulai menunjukkan hasil positif.

Hal ini terlihat dari data perhitungan BPS tahun 2019. Pada tahun tersebut produksi beras mencapai 5,11 t/ha, kemudian meningkat menjadi 5,13 t/ha pada tahun 2020 dan 5,22 t/ha pada tahun 2021.

Menurut Edi, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, peningkatan hasil panen padi dan jagung tidak terlepas dari pengembangan kualitas benih, penyediaan pupuk, dan penggunaan mesin pertanian.

“Saya kira peningkatan ini tidak lepas dari 3 hal itu tadi. Dan menurut saya inilah yang disebut pertanian maju, mandiri dan modern di bawah Menteri SYL,” ujar Guru Besar IPB tersebut, Jumat (8/4).

Edi menilai tantangan produksi padi saat ini tidaklah mudah. Selain itu, Indonesia dan seluruh dunia sedang menghadapi badai krisis pandemi yang berkepanjangan. Belum lagi adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak langsung pada kenaikan harga-harga.

“Indonesia adalah negara yang cukup berhasil dalam meningkatkan produksi padi dan jagung sehingga pasokannya selalu stabil, terutama di saat pandemi seperti saat ini,” ujarnya.

Menurut Program Pangan Dunia (FAO), pada tahun 2018, Indonesia menempati peringkat kedua dalam produktivitas di antara sembilan negara FAO penghasil beras di benua Asia. Di Asia, produktivitas Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam.

Produktivitas tertinggi adalah Vietnam dengan volume produksi mencapai 5,89 ton/hektar, disusul Indonesia 5,19 ton/hektar, Bangladesh 4,74 ton/hektar, Philipina 3,97 ton/hektar, India 3,88 ton/hektar, Pakistan 3,84 ton/hektar, Myanmar 3,79 ton/hektar, Kamboja 3,57 ton/hektar dan Thailand 3.l,09 ton/hektar.

“Oleh karena itu, keberhasilan ini perlu kita dukung bersama agar ke depan Indonesia menjadi negara yang kuat dan berdaulat atas pangannya sendiri,” ujarnya.

Secara terpisah, pengamat pangan dari Universitas Brawijaya, Mangku Purnomo, mengapresiasi keberhasilan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras dan jagung di seluruh tanah air. Baginya, keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara agraris yang sangat kuat yang bisa diabaikan di kancah internasional.

“Yang pasti, kita telah menunjukkan kepada negara-negara di dunia bahwa kita adalah negara agraris terkuat yang memiliki potensi besar di sektor pertanian,” katanya.

Previous Post

Badan Perlindungan Konsumen Nasional Arahkan Mendag Kendalikan Harga Pangan

Next Post

Kelompok Tani Jongok Panen Bawang Merah Perdana Program Pertahanan Pangan

admin

admin

Next Post
Kelompok Tani Jongok Panen Bawang Merah Perdana Program Pertahanan Pangan

Kelompok Tani Jongok Panen Bawang Merah Perdana Program Pertahanan Pangan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
transformasi polisi lalu lintas membangun budaya keselamatan berlalu lintas

Transformasi Polisi Lalu Lintas: Dari Penindakan ke Edukasi Keselamatan Jalan Raya

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
transformasi polisi lalu lintas membangun budaya keselamatan berlalu lintas

Transformasi Polisi Lalu Lintas: Dari Penindakan ke Edukasi Keselamatan Jalan Raya

22 April 2026
transformasi polisi lalu lintas menjadi sahabat masyarakat

Transformasi Polisi Lalu Lintas, Dari Pengatur Jalan Menjadi Trusted Companion

22 April 2026
peran polisi lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari

Pelayanan Polisi Lalu Lintas Tak Pernah Berhenti Meski Arus Mudik Usai

22 April 2026
penghargaan komunitas mendukung kelancaran lalu lintas Bali

Komunitas Bali Diganjar Penghargaan Kakorlantas, Sukses Atur Lalu Lintas Kemala Run 2026

22 April 2026

Berita Pilihan

penghargaan komunitas mendukung kelancaran lalu lintas Bali

Komunitas Bali Diganjar Penghargaan Kakorlantas, Sukses Atur Lalu Lintas Kemala Run 2026

22 April 2026
semangat perjuangan perempuan Indonesia di era modern

Semangat Kartini Hidup di Panggung Seni dan Teknologi Perempuan Indonesia

21 April 2026
perjuangan perempuan Indonesia di era digital

Semangat Kartini di Era Digital, Renjani Nyrah Angkat Perempuan Indonesia Lewat Podcast Inspiratif

21 April 2026
debut girl group AI ESTHERA dengan album LUMINA

Debut ESTHERA, Girl Group AI dengan Sentuhan Vokal Ritual Nusantara dan Album “LUMINA”

21 April 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz