Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Impor Bahan Pangan Butuh Solusi Serius

doddodydod by doddodydod
15 Januari 2021
in Info Petani, Pangan
0 0
0
Impor Bahan Pangan Butuh Solusi Serius
0
SHARES
20
VIEWS

PERSOALAN impor bahan pangan yang tidak ditangani secara tuntas akan menjadi sebuah ancaman serius, terutama impor komoditas pangan yang jumlahnya mencapai jutaan ton. Hal ini bukan masalah baru, namun pemerintah tak kunjung menemukan solusi yang tepat dalam mengatasinya. Menghadapi persoalan klasik tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aktivitas yang berkaitan dengan pangan harus diseriusi.

Dalam arahan pada pembukaan “Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021” awal pekan ini, Presiden Jokowi mengaskan, “Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-hati yang masih impor jutaan ton. Begitu pula beras, meskipun hampir dua tahun kita enggak impor beras, apakah konsisten bisa kita lakukan tahun-tahun mendatang?,” ujarnya. Karena itu, pemerintah sedang mencari cara atau desain yang tepat dalam meminimalkan masalah impor pangan.

Saat ini terdapat tiga komoditas pangan impor yang menjadi sorotan sejak memasuki awal tahun, dari gula, daging, hingga kedelai. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), Indonesia masih defisit gula konsumsi dan industri yang mencapai 3,62 juta ton per tahun. Adapun kebutuhan gula nasional (konsumsi dan industri) mencapai 5,8 juta ton per tahun. Di sisi lain, kemampuan produksi gula dalam negeri baru 2,18 juta ton per tahun.

Selanjutnya komoditas pangan lain yang juga selalu menempati urutan teratas jadi sorotan adalah impor daging sapi dan kerbau, yang jumlahnya selalu pada hitungan ratusan ribu ton per tahun. Untuk tahun ini, berdasarkan hitung-hitungan pihak Kementan, neraca ketersediaan daging sapi dan kerbau tercatat minus 223.000 ton. Dengan demikian, dibutuhkan penambahan dari luar alias impor 281.000 ton, termasuk untuk cadangan pada Januari-Februari 2022. Kebutuhan impor daging sapi dan kerbau tahun ini sudah mulai turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai sebanyak 324.019 ton.

Nah, hal yang membuat heboh dalam sepekan ini adalah kelangkaan impor kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe. Dampaknya, makanan favorit masyarakat itu hilang di pasar karena para produsen tempe berhenti berproduksi akibat kelangkaan bahan baku. Tempe sebagai makanan sehari-hari yang disantap masyarakat barangkali masih banyak yang belum tahu kalau bahan utamanya justru harus diimpor dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, mengakui bahwa harga kedelai impor saat ini telah mencetak rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) mensinyalir sejumlah faktor penyebab harga kedelai impor meroket dalam masa pandemi Covid-19. Di antaranya gangguan cuaca La Nina di Amerika Latin yang berdampak negatif di Brasil dan Argentina sebagai negara produsen kedelai. Diperparah aksi mogok pekerja logistik dan distribusi di Argentina yang menghambat proses pengiriman kedelai. Selain itu, kenaikan harga kedelai impor juga dipicu tingginya permintaan China. Pada 2019 dan 2020, sebagaimana dituturkan Muhammad Lutfi, seluruh ternak babi di China dimusnahkan karena terjangkit flu babi. Sekarang mulai ternak lagi dengan jumlah sekitar 470 juta yang membutuhkan makanan dari kedelai secara teratur.

Lalu, seberapa besar sebenarnya kebutuhan kedelai di dalam negeri sehingga begitu tergantung pada kedelai impor? Untuk tahun ini, sebagaimana prediksi Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, Indonesia butuh impor kedelai 2,6 juta ton. Sebagai contoh, kebutuhan kedelai hingga Maret 2021 diprediksi mencapai 278.180 ton, sedang kemampuan produksi dalam negeri baru sebanyak 28.754 ton. Menjadi persoalan serius karena harga kedelai di tingkat distributor terus mengalami kenaikan dan kini sudah mencapai Rp10.000 hingga Rp10.400 per kilogram. Pemerintah mengakui produksi kedelai domestik belum bisa mencapai target potensi yang ada.

Untuk tahun ini, pemerintah menyiapkan lahan 325.000 hektare untuk menggenjot produksi kedelai. Hanya, lahan seluas itu cuma mampu menghasilkan 1,5 juta ton kedelai. Para petani juga kurang berminat menggarap kedelai karena keuntungannya kecil dengan biaya produksi tinggi. Boleh jadi, sama dengan komoditas pangan impor lainnya menjadi tidak ekonomis bila diproduksi di dalam negeri. Ini masalah besar bila tidak ditemukan solusi secepatnya, mengingat penduduk negeri ini yang harus diberi makan mencapai 270 juta.

Previous Post

Proyek Lumbung Pangan Jokowi Ada Progres, Ini Perkembangannya

Next Post

Kementan Dorong Diversifikasi Pangan sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

doddodydod

doddodydod

Next Post
Kementan Dorong Diversifikasi Pangan sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Dorong Diversifikasi Pangan sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz