Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Upaya Kementan Dorong Petani di Lumajang Tingkatkan Kualitas Kopi

doddodydod by doddodydod
5 Januari 2021
in Info Petani
0 0
0
Upaya Kementan Dorong Petani di Lumajang Tingkatkan Kualitas Kopi
0
SHARES
28
VIEWS

Jakarta –

Kementerian Pertanian mendorong petani untuk menggenjot produksi komoditas perkebunan, termasuk kopi. Adapun hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan adanya peningkatan produktivitas komoditas hingga memiliki kualitas yang bernilai tambah dan berdaya saing di pasar dunia.

Untuk meningkatkan kualitas kopi, Kementan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya menggelar Bimtek Pasca Panen Kopi pada 8-9 September 2020 di Kelompok Tani Makmur Jaya Desa Pasrujambe, Lumajang. Kepala BBPPTP Surabaya Kresno Suharto berpesan agar para petugas PBT maupun POPT melayani kelompok tani / masyarakat perkebunan dengan maksimal. Menurutnya, jika petani menguasai hulu hilir maka mereka akan sejahtera.

“Diharapkan petani dapat menerapkan praktek pasca panen kopi sehingga rasa kopi akan meningkat dan nilai jualnya akan lebih tinggi,” ujar Kresno dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Adapun Bimtek tersebut digelar untuk mendukung salah satu agenda Nawacita, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik, dengan sub agenda peningkatan kedaulatan pangan yang salah satu sasarannya yaitu ‘1000 desa pertanian organik’, dengan rincian tanaman pangan 600 desa, hortikultura 250 desa, dan perkebunan 150 desa.

Untuk pengembangan desa pertanian organik pada subsektor perkebunan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tahun 2015 – 2019. Adapun tahapan dalam pelaksanaannya adalah penetapan CP/CL pada tahun 2015, tahapan inisiasi berupa sosialisasi dan pengadaan input/sarana prasarana produksi pada tahun 2016, penyiapan dokumen, persiapan sertifikasi, sertifikasi produk, dan apresiasi produk organik pada tahun 2017 – 2019.

Berdasarkan informasi BBPPTP Surabaya diketahui BBPPTP Surabaya memiliki 7 kelompok tani binaan di kabupaten Lumajang yaitu 2 kelompok tani desa organik dan 5 kelompok tani kawasan organik. BBPPTP Surabaya juga mencatat terdapat siaga OPT dengan luas total mencapai 160 Ha, serta 1 kelompok tani pada kegiatan regu pengendali OPT di Kecamatan Senduro.

Namun, dari 7 poktan hanya 2 poktan yang memiliki produk bubuk, Greenbeen dan Roasbeen. Sementara itu sebagian besar lahan kopi desa organik dan kawasan organik berada di wilayah perhutani, sehingga memiliki beberapa kendala dalam proses sertifikasi dan pengembangan.

Oleh karena itu, BBPPTP Surabaya menggelar Bimtek Pasca Panen meliputi teori serta praktek pasca panen kopi. Materi yang diberikan untuk pasca panen dan proses pengolahan kopi antara lain terkait kualitas kopi yang ditentukan oleh 60% budidaya, 30% pasca panen dan pengolahan dan 10% barista.

Terkait Bimtek ini, Ketua Kelompok Tani Tani Makmur Jaya, Desa Pasrujambe, Lumajang, Waris mengatakan para pekebun merasa antusias dan semangat untuk belajar proses pasca panen kopi. Pasalnya dengan mengolah kopi secara benar tentunya akan menambah pendapatan.

“Harapan kami agar selalu dibina, didampingi, dicarikan info pasar dan berharap juga alat pasca panen kopi. Karena ada beberapa kelompok tani yang dilatih belum memiliki alat pasca Panen, pungkasnya.

Sebagai informasi dalam Bimtek tersebut, BBPPTP Surabaya menyampaikan beberapa informasi terkait cacat mutu biji kopi di Indonesia yang disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

1. 13,48% Berlubang (Hama Bubuk Buah)
2. 36,94% Hitam ( Petik Muda)
3. 7,85% Pecah (Huller Kurang Tepat)
4. 37,70% Warna Coklat, Berkulit Ari, Bertutul-tutul (Fermentasi Dan Huller Kurang
5. Tepat)
6. 3,83% Berbatu, Bergelondong, Campur kerikil-Tanah (Sortasi Longgar
7. Faktor lain yang mempengaruhi kualitas kopi

Dalam Bimtek tersebut, disampaikan juga materi terkait faktor pendukung kualitas mutu fisik dan cita rasa kopi sebagai berikut.

Varietas/Klon

Varietas tertentu dapat menghasilkan mutu fisik dan citarasa baik, akan tetapi ada juga sebaliknya

Tinggi Tempat Penanaman

Makin tinggi tempat penanaman mutu citarasanya akan semakin baik

Kejaguran Tanaman

Tanaman yang pertumbuhannya kurang sehat akan menghasilkan mutu fisik dan citarasa yang kurang baik.

Penggunaan Penaung

Tanaman kopi yang dinaungi cukup citarasanya lebih baik dibanding dengan yang tanpa dinaungi

Tingkat Serangan OPT

Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan mutu fisik maupun citarasa kopi biji

Mutu Petik Buah

Buah yang dipetik pada saat masak optimal mutu fisik dan citarasa lebih baik dibanding dengan buah yang dipetik racut

Proses Pasca Panen

Pengolahan basah akan menghasilkan mutu lebih baik dibanding olah kering. Penyimpanan buah kopi yang kurang baik dapat menimbulkan cacat rasa

Pengolahan Kopi

1. Olah Kering: Natural, Wine
2. Olah basah: Semi Wash, Full Wash, Honey

Simak Video “Kemenkes Sebut Ganja Masih Golongan Narkotika 1“
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)

Tags: Berita Ekonomi BisnisKementan
Previous Post

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Next Post

Faisal Basri Bicara soal Program Diversifikasi Pangan Lokal Kementan

doddodydod

doddodydod

Next Post
Faisal Basri Bicara soal Program Diversifikasi Pangan Lokal Kementan

Faisal Basri Bicara soal Program Diversifikasi Pangan Lokal Kementan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

31 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Kampung Pigapu Kabupaten Mimika

BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Kampung Pigapu Kabupaten Mimika

29 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Distrik Iwaka Kabupaten Mimika

BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Distrik Iwaka Kabupaten Mimika

27 Oktober 2026
#ReserseBekerja, Ditresnarkoba Polda Jabar Sisir Rumah Kos untuk Tekan Peredaran Narkoba

Ditresnarkoba Polda Jabar Periksa 2 Lokasi Kos, #ReserseBekerja Cegah Bahaya Narkoba

20 Oktober 2026

Berita Pilihan

#ReserseBekerja, Ditresnarkoba Polda Jabar Sisir Rumah Kos untuk Tekan Peredaran Narkoba

Ditresnarkoba Polda Jabar Periksa 2 Lokasi Kos, #ReserseBekerja Cegah Bahaya Narkoba

20 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz