Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Tokoh Inspiratif

Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Media Sebagai Alat Pemersatu dalam Moderasi Beragama

Geralda Talitha by Geralda Talitha
5 Desember 2024
in Tokoh Inspiratif
0 0
0
Dr. Ali Mochtar Ngabalin

Dr. Ali Mochtar Ngabalin

0
SHARES
22
VIEWS

Komandanpangan.com – Dalam era digital yang semakin berkembang, media memainkan peran penting dalam membentuk opini publik. Di tengah kompleksitas masyarakat modern, moderasi beragama menjadi topik yang semakin relevan untuk menjaga harmoni sosial. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana membangun narasi positif tentang moderasi beragama, mengingat banyaknya arus informasi yang sering kali memecah belah.

Pentingnya Moderasi Beragama

Moderasi beragama adalah pendekatan yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan dalam praktik keagamaan. Hal ini sangat penting di negara seperti Indonesia yang dikenal dengan keberagaman agama dan budaya. Ketika moderasi beragama dipraktikkan secara luas, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.

Sebaliknya, ekstremisme dan intoleransi dapat memicu konflik, baik di tingkat individu maupun komunitas. Oleh karena itu, peran media menjadi sangat strategis dalam membentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama.

Peran Media dalam Membangun Narasi Positif

Media, baik tradisional maupun digital, adalah alat yang sangat kuat untuk membentuk persepsi masyarakat. Berikut adalah beberapa cara bagaimana media dapat digunakan untuk mendukung moderasi beragama:

  1. Mengedukasi Masyarakat tentang Moderasi Beragama Media dapat menyediakan konten edukatif yang menjelaskan konsep moderasi beragama secara sederhana dan mudah dipahami. Artikel, video, podcast, dan infografis yang menarik dapat membantu masyarakat memahami pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama.
  2. Mempromosikan Teladan Positif Menampilkan sosok pemimpin agama atau masyarakat yang mempraktikkan moderasi beragama dapat memberikan inspirasi. Teladan nyata lebih mudah diterima oleh masyarakat dan dapat mendorong perubahan sikap.
  3. Menangkal Narasi Negatif Media harus mampu menghadirkan narasi positif untuk menangkal informasi yang berpotensi memecah belah, seperti hoaks atau ujaran kebencian yang sering kali menyasar isu agama.
  4. Membangun Dialog Antarumat Beragama Program diskusi, webinar, atau forum daring yang melibatkan berbagai pemuka agama dapat menciptakan ruang dialog yang konstruktif. Media dapat menjadi fasilitator dalam membangun komunikasi antarumat beragama.
  5. Kampanye Melalui Media Sosial Media sosial memiliki jangkauan yang luas dan kecepatan distribusi yang tinggi. Menggunakan media sosial untuk kampanye moderasi beragama, melalui hashtag, tantangan kreatif, atau konten viral, dapat menjangkau audiens yang lebih besar, terutama generasi muda.

Perspektif Dr. Ali Mochtar Ngabalin

Dr. Ali Mochtar Ngabalin, seorang cendekiawan Muslim dan tokoh masyarakat, sering menyuarakan pentingnya moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi dan era digital.

“Moderasi beragama bukan hanya tentang agama itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Media harus menjadi alat untuk memperkuat persatuan, bukan memperbesar perpecahan,” ungkap Dr. Ngabalin dalam salah satu wawancara.

Beliau juga menekankan bahwa media harus digunakan secara bijak untuk menyebarkan pesan-pesan yang mendukung moderasi. “Kita tidak bisa menutup mata terhadap dampak negatif media jika digunakan untuk menyebarkan kebencian. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku media sangat diperlukan,” tambahnya.

Dr. Ngabalin juga memberikan contoh konkret bagaimana media dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Misalnya, ketika terjadi peristiwa intoleransi, liputan media yang objektif dan konstruktif dapat membantu meredakan situasi, dibandingkan dengan pemberitaan yang sensasional.

Strategi Praktis untuk Membangun Narasi Positif

Berikut adalah beberapa langkah strategis untuk menggunakan media secara efektif dalam mendukung moderasi beragama:

  1. Kolaborasi dengan Influencer Menggandeng tokoh agama, selebritas, atau influencer yang memiliki pengaruh besar di media sosial untuk menyampaikan pesan moderasi.
  2. Pelatihan Literasi Media Masyarakat perlu dibekali dengan keterampilan literasi media agar dapat memilah informasi yang valid dan menghindari penyebaran berita bohong.
  3. Produksi Konten Kreatif Konten yang menarik, seperti video pendek, meme, atau animasi, dapat lebih mudah menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda.
  4. Monitoring dan Penegakan Hukum Pemerintah dan lembaga terkait perlu memonitor konten-konten yang menyebarkan intoleransi atau kebencian, serta mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut.
  5. Mendorong Partisipasi Komunitas Lokal Media lokal dapat berperan besar dalam menyuarakan moderasi beragama di tingkat komunitas, karena mereka lebih dekat dengan masyarakat.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meskipun media memiliki potensi besar, ada beberapa tantangan yang harus diatasi:

  • Hoaks dan Disinformasi: Informasi palsu yang menyebar dengan cepat di media sosial dapat merusak upaya membangun narasi positif.
  • Polarisasi Media: Beberapa media cenderung berpihak pada kelompok tertentu, yang dapat mempengaruhi objektivitas pemberitaan.
  • Kurangnya Literasi Digital: Banyak masyarakat yang belum memiliki kemampuan untuk menganalisis dan memverifikasi informasi secara kritis.

Menggunakan media untuk membangun narasi positif tentang moderasi beragama adalah upaya strategis yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Dengan pendekatan yang tepat, media dapat menjadi sarana efektif untuk menciptakan kesadaran, menyebarkan pesan toleransi, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Sebagaimana yang diungkapkan Dr. Ali Mochtar Ngabalin, media harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pelaku media, hingga individu, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa moderasi beragama menjadi arus utama dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Penulis: Geralda Talitha R. 

Baca Juga: Indonesia Menuju Swasembada Beras Jadi Optimisme Prabowo 2025 Mendatang

Tags: media sosialmoderasi beragama
Previous Post

Indonesia Menuju Swasembada Beras Jadi Optimisme Prabowo 2025 Mendatang

Next Post

Stabilitas Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan di Jakarta Terjamin Aman

Geralda Talitha

Geralda Talitha

Next Post
update harga pangan, Selasa (17/9)

Stabilitas Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan di Jakarta Terjamin Aman

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz