Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Digitalisasi Pertanian Menuju Era Baru Wujudkan Ketahanan Pangan

Admin Komandanpangan by Admin Komandanpangan
20 April 2021
in Info Petani
0 0
0
Digitalisasi Pertanian Menuju Era Baru Wujudkan Ketahanan Pangan
0
SHARES
11
VIEWS

Jakarta – Kementerian Pertanian menyelenggarakan Tani on Stage (ToS) di Kantor Ditjen Hortikultura, Jumat (9/4). Kegiatan ini guna memberikan pemahaman pentingnya para petani, pelaku usaha dan stakeholders hortikultura menggunakan teknologi digital. Khususnya pada masa pandemic Covid 19 ini, kegiatan bisnis jauh lebih banyak memanfaatkan teknologi  digital.

“Hari ini kami melakukan Tani on Stage, memperkenalkan digitalisasi pertanian, termasuk dalam memasarkan produk hortikultura Indonesia dengan cara online atau digital,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Sederet acara dilangsungkan termasuk penandatanganan kontrak kerja sama untuk ekspor tanaman hias. Selain itu, juga dilakukan penyerahan KUR oleh BNI kepada debitur dan penyerahan benih tanaman hias kepada petani plasma oleh CV Minaqu. Turut serta dalam rangkaian kegiatan ini , dilakukan soft launching Horti Mart dan peluncuran mobil berpendingin sebagai moda transportasi yang diperuntukkan para petani maupun pelaku usaha hortikultura.

Dalam acara ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan langsung proses penandatanganan kerja sama ekspor tanaman hias Indonesia dengan tujuh buyer dari enam negara secara virtual. Ekspor tanaman hias yang dilakukan oleh CV Minaqu Home Nature. Ke enam negara tujuan ekspor ini terdiri dari Jerman, Inggris, Cyprus, Korea Selatan, Amerika Selatan dan Kanada.

“Ekspor tanaman hias  senilai Rp 2,1 triliun ini tidak main-main karena memang kita punya potensi yang luar biasa,” ujar Syahrul langsung dari Solok – Sumatera Barat.

Dirinya mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk mendorong para pelaku usaha sektor pertanian, khususnya florikultura dalam menjamah pasar ekspor. Menurutnya, nilai ekspor oleh Minaqu Indonesia kali ini merupakan nilai yang sangat besar. Hal ini membuktikan, peluang ekspor tanaman hias dari Indonesia kian terbuka seiring luasnya keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Secara rinci, ekspor ini terdiri dari 3 juta tanaman ke Jerman, 362 ribu tanaman ke Inggris, 500 ribu tanaman ke Cyprus, 1 juta tanaman ke Korea Selatan, 4 juta tanaman ke Amerika Serikat, serta 1,2 juta tanaman ke Kanada.

Permintaan tanaman hias yang tinggi ke Indonesia ini, lanjut Syahrul, mencerminkan besarnya kebutuhan dunia untuk produk florikultura. Pemerintah menghargai upaya para petani tanaman hias yang selama ini terus membudidayakan aneka tanaman sehingga bisa dikenal pasar global.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alternatif bidang usaha di tengah tantangan pandemi Covid-19. Syahrul pun mendorong penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh para petani dalam memenuhi kebutuhan usahanya di bidang tanaman hias.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan, kontrak ekspor tersebut berlangsung untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Guna mendukung kegiatan ini, BNI turut mengucuran fasilitasi KUR hingga Rp 50 juta per debitur.

“Minaqu Indonesia sudah pernah ekspor tapi kali ini skala besar. Kami akan dukung untuk mengembangkan plasma-plasma petani. Ada 1.000 plasma yang akan difasilitasi di sini dengan paket dengan paket berupa kultur jaringan yang dikembangkan oleh CV Minaqu, sarana produksi dan rumah lindung,” ujarnya bertempat di Kantor Ditjen Hortikultura.

Di tempat yang sama, Prihasto turut meresmikan Hortimart. Hortimart merupakan sebuah show window produk hortikultura dengan mendatangkan langsung dari lahan para petani. Asosiasi Pasar tani menggawangi isi produk yang ada pada Hortimart. Kiprah Pasar Tani menghantarkan produk hortikultura cukup diancungi jempol. Gerai berupa tenda lapak di daerah kini bahkan sudah masuk ke area mal wilayah Jabodetabek, Bandung, Kalimantan dan Jogja.

“Adanya pandemi diakui tidak menjadi masalah bagi Pasar Tani. Penjualan sayur dan buah dapat berjalan dengan baik baik offline maupun online. Penjualan online kami juga berjalan dengan baik dan optimal,” ujar Ketua Pasar Tani Pusat, Wihartati.

Tidak hanya online, penjualan offline di mal-mal, kata Wihartati, juga padat permintaan. “Jika dulu di awal perjuangan kami menembus mal sangat luar biasa, kini juga sebaliknya. Kami justeru banjir pesanan dari pihak mal untuk melakukan display di tempat mereka,” terangnya.

Sebagai informasi, Pasar Tani merupakan asosiasi petani di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Berdiri sejak 2021 lalu dan berada di 50 lokasi. Targetnya, tahun ini meningkat menjadi 1000 lokasi.

“Pasar tani untuk mendekatkan petani ke pelaku pasar, supaya keuntungan yang diterima itu oleh pasar tani. Bukan middle man. Pasar Tani Goes to Mall dilakukan di mal supaya kalangan menengah itu tahu bahwa produk lokal kita itu memiliki kualitas yang bersaing. Jadi bisa kita sandingkan dengan produk impor. Inilah pesan yang pentingnya,” jelas Prihasto.

Usai meresmikan Horti Mart, Prihasto meresmikan mobil berpendingin dengan tujuan ke Kalibata City sebagai salah satu mitra Pasar Tani. Dalam wawancara dengan wartawan, Prihasto meyakini bisnis hortikultura merajai dunia pertanian. Pandemi Covid 19 ini justeru menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis hortikultura. Dengan keyakinan bahwa komoditas hortikultura sebagai penguat imun tubuh, bisnis hortikultura baik online maupun offline akan berjalan dengan baik.

“Seperti yang kita ketahui, selama pandemi ini orang masih takut masuk pasar. Nah oleh anak-anak muda ini dijadikan peluang bisnis dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tidak heran, bisnis e-commerce berbasis komoditas hortikultura tumbuh subur. Dengan teknologi yang ada, semua pasar dapat terkoneksi dengan baik. Pemasaran hortikultura terselesaikan dan Kementerian Pertanian memiliki big data untuk ketersediaan pasokan hingga lima tahun ke depan,” paparnya.

Dirinya menekankan bahwa, Kementerian Pertanian sangat memperhatikan kesejahteraan petani dan sekaligus kebutuhan konsumen akan pasokan produk pertanian berkualitas. Salah satunya wujudnya dengan membangun kampung-kampung hortikultura dengan tujuan menciptakan produk pertanian yang berkualitas untuk konsumsi, juga termasuk target ekspor.

Baca juga : Bangun Ketahanan Pangan, BI Jabar Beri Bantuan Digital Farming ke Ponpes

Tags: KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Previous Post

Kementan Pastikan Harga Cabai Segera Stabil

Next Post

Pasar Mitra Tani Kementan gratis ongkir

Admin Komandanpangan

Admin Komandanpangan

Next Post
Pasar Mitra Tani Kementan gratis ongkir

Pasar Mitra Tani Kementan gratis ongkir

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz