Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Cerita Duta Petani Milenial Kementan, yang Bertani Sejak Usia 22 Tahun

Admin Komandanpangan by Admin Komandanpangan
2 Maret 2021
in Info Petani, Mitra Tani
0 0
0
Cerita Duta Petani Milenial Kementan, yang Bertani Sejak Usia 22 Tahun
0
SHARES
18
VIEWS

Bandung – Jawa Barat memiliki salah satu putra kebanggaannya yang saat ini duduk sebagai Ketua Umum Duta Petani Milenial Kementrian Pertanian (Kementan) RI. Adalah Sandi Octa Susila, pria kelahiran Kabupaten Cianjur yang mulai menapaki jejak sebagai petani enam tahun lalu saat berusia 22 tahun dan masih duduk di bangku kuliah semester lima Institut Pertanian Bogor (IPB).

Diusianya sekarang yaitu 28 tahun, Sandi telah mengelola 120 hektare tanah pertanian dan menjadi penggerak dari 385 petani. Selama lima tahun tersebut, ia pun mendirikan perusahaan Mitra Tani Parahyangan yang bergerak di sektor holtikultura. Tak cukup sampai di situ, pada 2020 ia menorehkan prestasi sebagai penerima Kick Andy Heroes.

“Dalam kurun waktu satu tahun diamanahkan menjadi petani milenial untuk memberikan resonansi. Usaha yang saya bangun sudah berjalan lima tahun memulai di tahun 2015 pada saat itu saya sedang semester lima di Institut Pertanian Bogor,” ujar Sandi dalam webinar Jabar Digital Service “Petani Milenial, Wajah Baru Petani Milenial Masa Kini” secara virtual, belum lama ini.

“Saya rasa kalau bicara mengenai petani milenial sebetulnya dalam UU ada batasan umur. Dikatakan milenial saat usia 17-39 tahun. Ketika kita disebut petani milenial tentu memiliki keakraban dengan komunikasi media dan teknologi digital,” tambah Sandi.

Di bawah perusahaan yang ia bangun, Sandi menargetkan pangsa pasar dari modern market seperti mall, hotel dan restoran. “Saat ini market kita ada di Bogor dan kita ekspansi ke Jawa Tengah kita coba gandeng petani Brebes lalu kita pasarkan ke industri-industri besar,” katanya.

Lebih lanjut, dalam merintis usahanya sebagai petani milenial, Sandi belajar membuat strategi bisnis berkelanjutan. “Inilah yang saya buat (strategi bisnis) dari data, segmentasi pasar, target klien, posisi produk, create a superteam, dan technology aware,” ujarnya.

Dia mengatakan, pendidikannya di IPB banyak membantu dalam memulai usaha pertanian. Perihal data, ia banyak belajar saat kuliah. “IPB memperkuat data itu semua, orientasi pada sciene. Bagaimana ke depan dan optimalisasi teknologi pada pertanian,” ujarnya.

Sandi pun membuat catatan bagi penerus petani milenial di Jawa Barat, bahwa menurutnya petani milenial harus berhati-hati pada idealism above consumer. “Apa itu? kita terlalu idealisme. Terlalu banyak idealisasi menciptakan produk untuk kemanfaatan konsumen, tetapi lupa bahwa ada tiga hal yang paling penting yaitu great attitude (etika saat berkomunikasi) baik dalam bernegosiasi, mengajak, dan komunikasi bisnis,” jelasnya.

Selain itu, ada pula usaha dalam membentuk service excellence (pelayanan kepada konsumen), lalu hal penting yang pada akhirnya menciptakan cooperation yang baik (jalin kerjasama yang baik). Perihal teknologi yang biasa dikaitkan dengan generasi milenial, Sandi bercerita bahwa ia tak pernah membayangkan akan memiliki aplikasi sendiri dalam pertaniannya.

“Dulu tidak pernah bermimpi saya memiliki aplikasi dengan biaya yang mahal itu, akhirnya kita bekerja sama dengan Kedai Sayur Indonesia Sinergi Tani Indonesia. Hari ini kita sudah meluncurkan aplikasi sayuran di cianjur dan beberapa wilayah terbatas. Bicara kolaborasi jadi hal yang wajib. Saya menggunakan big data, kalau dulu 8 hektar saya harus keliling, sekarang tinggal buka laptop dan masuk ke dashboard untuk memantau kegiatan,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan, saat ini sudah saatnya untuk menghentikan pemikiran konservatif mengenai petani yang kumuh atau tidak bonafit. Ada banyak potensi pertanian yang bisa dilirik para milenial sebut saja sektor pangan, perkebunan (karet, kelapa), kehutanan, peternakan hingga perikanan.

“Ketika tidak yakin, ini ada salah satu alternatif solusi yaitu perdagangan produk pertanian. Bisa mulai berdagang produk pertanian dengan menjadi distributor,” imbuhnya.

Sandi pun turut mendukung gerakan 5000 petani milenial Jawa Barat. “Saat ini sedang inventarisasi lahan yang tidak digunakan. Arah petani milenial Jabar ke peternakan (sapi dan domba), perkebunan (barista), kehutanan (madu dan porang), tanaman pangan (jagung), dan holtikultura (sayuran yang banyak diminati),” pungkasnya.

(mud/mud)

Tags: Berita Jawa Barat
Previous Post

Produksi Beras Periode Januari-April Diprediksi Capai 14,54 Juta Ton

Next Post

Awal Bulan, Harga Pangan Kompak Mendaki

Admin Komandanpangan

Admin Komandanpangan

Next Post
Awal Bulan, Harga Pangan Kompak Mendaki

Awal Bulan, Harga Pangan Kompak Mendaki

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz