Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

Admin Komandanpangan by Admin Komandanpangan
13 Oktober 2021
in Pangan
0 0
0
masyarakat Badui dalam masalah pangan
0
SHARES
142
VIEWS

Lebak  –  Masyarakat Badui yang tinggal di kaki Gunung Kendeng pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga kini belum pernah mengalami krisis kerawanan pangan maupun kelaparan.

Komunitas warga Badui tampak sederhana dan rumah-rumah mereka terbuat dari dinding bambu dan kayu juga atap rumbia.

Mereka sejak dulu hingga sekarang mengandalkan kehidupan dari pertanian ladang untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sedangkan aneka kerajinan sebagai pendapatan ekonomi sampingan.

Pertanian ladang masyarakat Badui selalu berpindah-pindah lokasi dengan membuka lahan baru di perbukitan di kaki Gunung Kendeng.

Membuka ladang pertanian itu rata-rata seluas satu sampai dua hektare dan di antaranya milik sendiri juga ada yang menyewa lahan milik warga luar Badui.

Selain itu juga ada yang menggarap lahan milik Perum Perhutani dengan cara bagi hasil setelah panen.

Kebanyakan pertanian ladang itu dengan pola tanam tumpang sari, selain padi huma juga ditanami palawija, hortikultura dan tanaman keras.

“Dengan pola tanam tumpang sari itu bisa terpenuhi ketahanan pangan juga meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga ,” kata Pulung (65) seorang petani Badui saat melaksanakan gerakan tanam di perbatasan kawasan Badui.

Petani Badui kini mulai memasuki musim tanam karena sesuai kalender adat.

Gerakan penanam tersebut di lahan-lahan perbukitan dan pegunungan karena memberikan kesuburan tanaman.

Pertanian ladang itu tanpa menggunakan pupuk kimia dan untuk kesuburan dari abu sisa-sisa pembakaran ilalang dan potongan kayu ketika membuka lahan.

Kemungkinan gerakan penanaman itu tumbuh subur menyusul tibanya musim hujan.

Mereka petani Badui kini ramai melakukan gerakan tani di ladang-ladang.

“Kami melaksanakan gerakan tanam awal Oktober dan panen April 2022, ” katanya.

Tanpa kelaparan

Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Saija mengatakan masyarakat Badui Luar ( berpakaian khas hitam) dan Badui Dalam ( berpakaian putih) berpenduduk sekitar 11.600 jiwa tersebar di 68 perkampungan, namun hingga kini belum pernah terjadi kelaparan.

Ketersediaan pangan melimpah dan disimpan di “leuit-leuit” atau rumah pangan, bahkan terdapat gabah hasil panen 30 tahun lalu.

Persediaan pangan gabah huma hanya digunakan untuk menggelar pernikahan, sunatan maupun pesta adat.

Selama ini, gabah-gabah huma yang disimpan di rumah pangan tidak digunakan konsumsi, karena mereka masih mampu membeli beras.

Masyarakat Badui dapat memanfaatkan persediaan pangan itu jika benar-benar paceklik, karena pertanian ladang terserang hama atau penyakit yang mengakibatkan gagal panen.

Gabah huma hasil panen itu disimpan di rumah pangan sebagai cadangan ketahanan pangan keluarga.

Pertanian ladang juga petani Badui menanam kencur, tebu telur, palawija, hortikultura hingga tanaman keras untuk sumber pendapatan ekonomi keluarga.

Dengan penanaman seperti itu, sehingga petani bisa menghasilkan hasil tiga bulanan juga 12 bulanan seperti tanaman pisang juga kencur, tebu telur dan palawija.

Di samping itu juga pendapatan lima tahunan, seperti tanaman keras albasia dan pulai.

“Kami secara serentak memasuki tanam padi huma dan tanaman lainnya di ladang- ladang dengan pola tanam tumpang sari itu, ” kata Jaro Saija.

Jaro Saija mengaku hingga kini warganya tidak pernah membeli beras, bahkan di tengah pandemi menerima bantuan sembako dari Kemensos.

Bahkan, hasil panen padi huma tahun 2020 melimpah disimpan di rumah lumbung pangan dan belum pernah digunakan.

Masyarakat Badui mendapatkan 10 kg beras dari Kemensos, karena masuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pemberian beras itu tentu dapat memenuhi ketersedian pangan juga mengurangi beban ekonomi.

Pangan melimpah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Abdul Rohim menyatakan masyarakat Suku Badui, yang hidup di pedalaman daerah itu tidak pernah mengalami rawan pangan karena mereka selalu menyimpan hasil panen.

Persediaan pangan mereka malah melimpah dari hasil panen ladang huma.

Panen padi huma itu, nantinya puluhan sampai ratusan ikatan gabah disimpan melalui leuit-leuit, di mana leuit itu sebagai sumber rumah ketersediaan pangan.

Masyarakat Badui membangun leuit yang biasanya didirikan di belakang rumah guna memenuhi ketersediaan pangan.

Pembangunan leuit di belakang rumah karena lokasinya dekat dengan dapur dan mudah untuk mengambilnya.

Bahkan, masyarakat Badui kini memiliki 4000 leuit dan jika rata-rata empat ton saja per leuit maka diakumulasikan sebanyak 160 ribu ton.

“Semua warga Badui itu memiliki leuit antara satu sampai empat,sehingga persediaan pangan melimpah,” katanya.

Kearifan lokal

Persediaan pangan masyarakat Badui melimpah yang didasarkan pada kearifan lokal.

Petani Badui jika musim panen padi huma dari hasil bercocok tanam ladang tidak dijual, namun disimpan di rumah pangan untuk persediaan kebutuhan pangan keluarga.

Seluruh rumah pangan itu diisi penuh stok padi huma hingga menampung 10 ton gabah per lumbung.

Selama ini, persediaan pangan dan belum pernah terjadi kehabisan dari hasil panen padi huma.

Karena itu, masyarakat Badui hingga kini mempunyai ketahanan pangan yang kuat.

“Kami belum pernah mendengar masyarakat Badui mengalami krisis pangan,” katanya.

Bebas gizi buruk

Kepala Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak, dr Maytri Nurmaningsih mengoptimalkan penanganan gizi buruk anak bawah lima tahun atau balita Badui kini terbebas gizi buruk.

Jumlah balita di kawasan pemukiman Badui tercatat 426 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 213 anak dan perempuan 213 anak.

Sebelumnya, kata dia, tercatat 11 balita mengidap gizi buruk namun kini kembali sehat setelah pemberian makanan tambahan serta Vitamin A.

“Kita rutin melakukan penimbangan gizi balita di sembilan posko kesehatan dengan delapan petugas bidan di pemukiman Badui Desa Kanekes itu,” katanya.

Petugas kesehatan melakukan penanganan dengan memberikan makanan tambahan berupa biskuit dan susu serta Vitamin A, namun kini jumlahnya berkurang menjadi tiga balita.

Pemberian makanan tambahan itu rutin dilakukan setiap bulan di sembilan posko kesehatan pemukiman Badui.

Ibu-ibu yang memiliki balita patut diapresiasi karena rutin
mendatangi posko kesehatan untuk dilakukan penimbangan dan menerima makanan tambahan serta Vitamin A.

Nalita Badui juga mendapatkan imunisasi dasar lengkap mulai BCG, Polio sampai Campak, bahkan cakupannya mencapai 95 persen.

Saat ini, kondisi kesehatan balita Badui cukup baik dan mereka tumbuh kembang.

Sumber : Antara

Tags: Belajar dari masyarakat Badui yang tak pernah krisis pangan
Previous Post

Polsek Abiansemal Kelola 26 Are Lahan Tidur Untuk Ketahanan Pangan

Next Post

Kapolri Siapkan Antisipasi Cegah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Tak Buat Lonjakan Kasus Covid-19

Admin Komandanpangan

Admin Komandanpangan

Next Post
Kapolri Siapkan Antisipasi Cegah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Tak Buat Lonjakan Kasus Covid-19

Kapolri Siapkan Antisipasi Cegah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat Tak Buat Lonjakan Kasus Covid-19

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

BMP RI DPC Kabupaten Mimika Salurkan Paket Sembako kepada Lansia, Janda, dan Penyandang Disabilitas di Kampung Iwaka

31 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Kampung Pigapu Kabupaten Mimika

BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Kampung Pigapu Kabupaten Mimika

29 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Distrik Iwaka Kabupaten Mimika

BMP RI DPC Mimika Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat di Distrik Iwaka Kabupaten Mimika

27 Oktober 2026
#ReserseBekerja, Ditresnarkoba Polda Jabar Sisir Rumah Kos untuk Tekan Peredaran Narkoba

Ditresnarkoba Polda Jabar Periksa 2 Lokasi Kos, #ReserseBekerja Cegah Bahaya Narkoba

20 Oktober 2026

Berita Pilihan

#ReserseBekerja, Ditresnarkoba Polda Jabar Sisir Rumah Kos untuk Tekan Peredaran Narkoba

Ditresnarkoba Polda Jabar Periksa 2 Lokasi Kos, #ReserseBekerja Cegah Bahaya Narkoba

20 Oktober 2026
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz