Pangan Bisa!
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri
No Result
View All Result
Pangan Bisa!
No Result
View All Result
Home Info Petani

Produsen Tahu Tempe Teriak Gara-gara Harga Kedelai Melonjak

doddodydod by doddodydod
6 Januari 2021
in Info Petani
0 0
0
Produsen Tahu Tempe Teriak Gara-gara Harga Kedelai Melonjak
0
SHARES
9
VIEWS
Jakarta –

Produsen tahu tempe teriak gara-gara harga kedelai melonjak. Contohnya di Sukoharjo Jawa Tengah, selain mogok, sebagian produsen tahu tempe yang tergabung dalam Komunitas Tahu Tempe Kartasuro (KTTK) juga mengadu ke DPRD.

Mereka menyambangi Kantor DPRD Sukoharjo sekitar pukul 10.00. Mengendarai sejumlah mobil roda empat dan roda dua, langkah mereka terhenti di depan gedung yang terletak di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo kota.

Tidak semua perwakilan yang datang bisa beraudiensi dengan para wakil rakyat, dan hanya diwakili oleh pimpinan komunitas. Para perajin menyanggupi permintaan dari Kepolisian agar hanya perwakilan saja.

Di ruang C, perwakilan perajin beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Eko Sapto didampingi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukoharjo Idris Sarjono. Puryono, Koordinator Komunitas Tahu Tempe Kartasuro, menyampaikan membawa aspirasi dari teman-teman dengan adanya permasalahan mengenai naiknya harga bahan baku produksi, yaitu kedelai dan juga minyak goreng.

Menurut Puryono, harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp 9.300 per kilogram. Harga ini sudah terlampau jauh dari harga normal yaitu Rp 6.500 sampai Rp. 7.000 per kilogram, kenaikan dimulai awal pandemi dan puncaknya awal Desember dan akhir tahun ini. Sedangkan untuk minyak goreng mencapai kisaran Rp 13.500 dari harga normal Rp 9.000.

“Dengan kenaikan harga kedelai yang cukup signifikan saat ini, pemerintah memperhatikan nasib kami saat ini. Terkait dengan harga kedelai yang cukup tinggi, setidaknya pemerintah bisa memberikan tekanan terhadap kenaikan harga kedelai yang cukup tinggi ini. Agar kembali turun mendekati normal-lah,” kata Puryono.

Wakil ketua DPRD Sukoharjo, Eka Sapto Nugroho, yang menerima perwakilan mengatakan bahwa mereka merasakan apa yang dirasakan oleh rekan pengrajin. Kenaikan harga kedelai ini membuat perajin nangis bener, tidak hanya Kartasuro namun juga Sukoharjo dan juga Nasional ikut merasakannya.

“Semua produk UMKM di yang berbehan kedelai ikut tertekan. Kami merekomendasikan nantinya aspirasi akan disampaikan sesuai jalur terkait dengan Disperindag dan juga Bulog agar mereka juga menyampaikan secara hirarki karena kedelai komuditas yang sangat terkait dengan harga dunia,” jelasnya.

Sementara itu di Purwokerto, perajin dan pedagang tahu terpaksa menaikkan harga jual setelah harga bahan baku kedelai impor mengalami kenaikan signifikan sejak beberapa waktu terakhir. Mereka terpaksa menaikkan harga untuk menutup biaya produksi.

“Saya naikkan harganya antara Rp 50 sampai Rp 200 per buah, karena operasional enggak nutup. Dua bulan lalu harga kedelai masih Rp 6.000, sekarang sudah Rp 10.000 per kg, naik signifikan menjelang Natal kemarin,” kata Teguh Setiyanto, seorang perajin tahu di Jalan Kaliputih, Kecamatan Purwokerto Timur, kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Teguh mengatakan jika harga tahu berukuran kecil yang semula Rp 200 dinaikkan menjadi Rp 250. Kemudian tahu yang berukuran lebih besar dijual Rp 600 dari sebelumnya Rp 500.

Sedangkan tahu berukuran besar dijual Rp 1.000 dari harga sebelumnya Rp 800. Akibatnya ada beberapa penjual yang tidak lagi mengambil tahu dari tempat produksinya.

“Dengan kenaikan harga ini otomatis penjual berkurang, walau pun tidak signifikan. Ada satu, dua pedagang yang tidak mengambil lagi,” ucapnya.

Sementara menurut Tati, seorang perajin sekaligus pedagang tahu di Pasar Wage Purwokerto juga mengungkapkan hal yang sama. Akibat kenaikan harga kedelai menyebabkan keuntungan yang diperolehnya menjadi semakin sedikit.

Meski keuntungan sedikit, dia mengaku tidak dapat menaikkan harga secara signifikan, karena sebagian besar pelanggannya adalah pemilik warung makan.

“Harga kedelai naik, keuntungan jadi semakin tipis. Saya tidak mengubah ukuran, hanya menaikkan harganya, untuk satu plastik isi 10 yang tadinya Rp 7.000 jadi Rp 7.500,” ujarnya.

Langsung klik halaman berikutnya

Previous Post

Miris! RI Negeri Tempe Tahu tapi Bergantung Kedelai Impor, Ini Datanya

Next Post

Setelah 3 Hari Menghilang, Tahu-Tempe di Pasar Gondangdia Ludes!

doddodydod

doddodydod

Next Post
Setelah 3 Hari Menghilang, Tahu-Tempe di Pasar Gondangdia Ludes!

Setelah 3 Hari Menghilang, Tahu-Tempe di Pasar Gondangdia Ludes!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#usutkasusvina

#usutkasusvina Meski Dilanda Kontroversi, Film Vina: Sebelum 7 Hari Sukses Bikin Penonton Nangis Sesengukkan

16 Mei 2024
masyarakat Badui dalam masalah pangan

Apa yang kita bisa pelajari dari masyarakat Badui terkait pangan ?

13 Oktober 2021
BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

BLT PKL Rp1,2 Juta Dicairkan oleh TNI-Polri, Ini Alasannya

10 September 2021
harga beras turun

Fluktuasi Harga Pangan Nasional per 8 Agustus 2024: Beras, Bawang, hingga Ikan Mengalami Kenaikan

8 Agustus 2024
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

0
Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional

0
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Pola Integrated Farming

0
Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

0
BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

BMP RI DPC Mimika Salurkan Sembako, Wujud Kepedulian dan Dukungan bagi Masyarakat Iwaka

29 September 2026
MEDAN DELI - Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pria berinisial H (31) yang diduga mengedarkan sabu di Jalan Mangaan I, Lingkungan IV, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Petugas juga mengamankan tiga pria lain yang diduga sebagai pengguna. Kasus ini memperlihatkan wajah #ReserseBekerja di lapangan. Penyidik tidak berhenti pada penangkapan, tetapi merangkai alat bukti dan menelusuri jaringan di belakang pelaku. Berawal dari Informasi Warga Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si., melalui Kasat Res Narkoba AKP A.R. Riza, S.H., M.H., menjelaskan pada Selasa (22/9/2026) bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan dugaan peredaran narkotika di sebuah rumah di kawasan Mabar Hilir. Personel lalu menyelidiki informasi tersebut sebelum menindak sekitar pukul 11.00 WIB. AKP A.R. Riza menyebut H sempat membuang barang bukti dengan tangan kirinya saat hendak diamankan. Petugas tetap menyita empat paket sabu, satu bungkus plastik klip kosong, satu pipet ujung runcing, satu kotak putih, dan uang tunai Rp60.000 dari tangan H. Barang Bukti dan Tes Urine Menguatkan Perkara Tim URC Pelabuhan Belawan tidak hanya bersandar pada pengakuan. Dalam interogasi, H mengakui mengedarkan sabu. Tiga pria lain, yakni J (49), DA (32), dan AF (24), menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil positif metamfetamina. Penyidik menyimpan masing-masing satu botol urine dari ketiganya sebagai barang bukti. Paket sabu, perlengkapan, dan hasil tes urine kini saling menguatkan, sehingga pengakuan tersangka tidak berdiri sendiri. Pola kerja ini sejalan dengan hukum acara yang berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP berlaku sejak 2 Januari 2026 dan mensyaratkan penyidik menetapkan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti. KUHAP baru juga memasukkan barang bukti sebagai jenis alat bukti tersendiri, ketentuan yang kini sedang diuji sejumlah pemohon di Mahkamah Konstitusi. Menelusuri Jaringan di Balik Pengedar AKP A.R. Riza menegaskan timnya masih mengembangkan kasus ini. Penyidik ingin melacak sumber sabu yang diperoleh H serta kemungkinan jaringan lain yang terkait. Keempat orang tersebut bersama seluruh barang bukti kini menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penangkapan di tingkat pengedar baru membuka pintu; penelusuran sumber barang menentukan apakah mata rantai di atasnya ikut tersentuh. Penyidikan narkotika juga dapat bertumpu pada sains forensik. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memasukkan pengujian dan analisis narkotika dalam cakupan kerja penyidikan ilmiah, bersama forensik digital, kimia, dan toksikologi. Kasus di Mabar Hilir mungkin tampak sebagai pengungkapan rutin. Namun, cara penyidik merangkai laporan warga, barang bukti, tes urine, dan pengembangan jaringan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan perkara terletak pada bukti yang utuh. Modus boleh berubah, tetapi prinsip pembuktian tetap menjadi pegangan.

Tim URC Pelabuhan Belawan Tindaklanjuti Laporan Warga soal Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Pengungkapan sabu di Mabar Hilir berawal dari laporan warga. Tim URC Pelabuhan Belawan terus menelusuri sumber narkotika.

Tim URC Pelabuhan Belawan Gerak Cepat Ungkap Dugaan Peredaran Sabu #ReserseBekerja

22 September 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Berita Pilihan

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
MIMIKA - Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Matoa SP3 di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, kepada pengurus gereja dan perwakilan jemaat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di wilayah Papua Tengah. Panius Kogoya menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata BMP RI bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana ibadah yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan. “Dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Kab. Mimika, kami menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada Gereja Matoa SP3. Kami berharap bantuan ini mempercepat proses pembangunan sehingga jemaat dapat beribadah dengan nyaman,” terang Panius. Ia menjelaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, BMP RI juga terus berupaya mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program sosial yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, BMP RI mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. “Kegiatan ini membuktikan pengabdian BMP RI tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan toleransi beragama. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah serta motor penggerak nilai nasionalisme dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. Melalui kegiatan sosial ini, BMP RI berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Mimika demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

BMP RI Mimika Salurkan Bantuan untuk Gereja Matoa SP3, Perkuat Semangat Toleransi

7 Agustus 2026
optimalisasi keterbukaan informasi publik pada humas Polri

Divhumas Polri Optimalkan Pelayanan Informasi Publik melalui Penguatan PPID

30 Juli 2026
© Copyright Komandanpangan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hasil Produksi
  • Tani Unggulan
  • Tokoh Inspiratif
  • Jaga Negeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz