Site icon Pangan Bisa!

Target Swasembada Gula Dikebut, Kementan Kaji Hilirisasi Gula Merah dari Petani Tebu

Kementan Dorong Hilirisasi Tebu, Gula Merah Jadi Solusi Dukung Swasembada Gula Nasional

Komandanpangan.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat berbagai langkah untuk mewujudkan target swasembada gula nasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Selain meningkatkan luas tanam tebu, pemerintah kini mulai mengkaji potensi hilirisasi di tingkat petani agar hasil panen dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut terlihat saat Direktur Jenderal Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan RI, Dr. Abdul Roni Angkat, mengunjungi sentra perkebunan tebu di Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Selasa (28/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia berdialog langsung dengan petani untuk mendengarkan berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Abdul Roni menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan produksi gula kristal putih sebagai bagian dari target swasembada nasional. Namun, ia juga melihat peluang besar dari pengolahan tebu menjadi gula merah atau gula tumbu sebagai alternatif ketika kapasitas pabrik gula belum mampu menyerap seluruh hasil panen petani.

Menurutnya, inovasi tersebut bisa menjadi solusi agar tebu tetap memiliki nilai ekonomi tinggi dan tidak terbuang sia-sia saat musim panen. Apalagi, permintaan gula merah tebu masih cukup besar, termasuk dari industri makanan seperti produsen kecap. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kualitas produk harus terus ditingkatkan, terutama dari sisi kebersihan dan standar produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pemerintah pun berencana mengkaji lebih lanjut potensi pengembangan gula merah tebu bersama pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait. Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan hilirisasi yang dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus memenuhi kebutuhan industri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Saat ini luas lahan tebu di Rembang mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 hektar dan ditargetkan bertambah menjadi 10.000 sampai 12.000 hektar agar mampu mendukung berdirinya pabrik gula mandiri.

Untuk meningkatkan produktivitas, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Rembang juga memperoleh program bongkar ratoon seluas sekitar 1.900 hektar. Program tersebut disertai bantuan benih sekitar 60.000 mata tebu dan dukungan Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp3,6 juta per hektar.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas produksi, hingga dukungan sarana pertanian, Rembang diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penopang utama swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu.

Exit mobile version