Site icon Pangan Bisa!

Anev Operasi Ketupat 2026 Dibuka di Semarang, Kakorlantas Tekankan Kunci Sukses Mudik Aman

Operasi Ketupat 2026 pengamanan arus mudik dan balik Lebaran

Suasana Ballroom Hotel Padma di Semarang pada Kamis, 23 April 2026, dipenuhi oleh para pemangku kepentingan yang berkumpul untuk membahas evaluasi Operasi Ketupat dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. Anev atau analisis evaluasi Operasi Ketupat 2026 resmi dibuka oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho yang menegaskan pentingnya sinergi antar instansi untuk menciptakan pengamanan yang maksimal.

Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. Mereka bersama-sama melakukan refleksi capaian sekaligus menganalisis pelaksanaan Operasi Ketupat pada periode mudik-balik Lebaran 2026.

Irjen Agus memuji kerja sama dari berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait lainnya, yang selama ini menunjang keberhasilan pengamanan Lebaran. Ia menyampaikan apresiasi khusus atas kesuksesan Operasi Ketupat tahun sebelumnya yang menurut Presiden Prabowo Subianto merupakan operasi terbaik.

“Tahun 2025 adalah Operasi Ketupat terbaik. Itu kata Pak Presiden. Sehingga, kata kunci Operasi Ketupat itu adalah kolaborasi, komunikasi, dan langsung dipimpin oleh Pak Menteri,” ujar Irjen Agus yang disambut tepuk tangan hangat dari para peserta acara.

Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan pihaknya tidak hanya berupaya mempertahankan, tetapi meningkatkan capaian positif tersebut sehingga Operasi Ketupat 2026 bisa berjalan lancar berkat kontribusi semua pihak, termasuk peran media massa.

Konsep Operasi Ketupat 2026 tidak berhenti pada pengamanan arus lalu lintas. Menurut Irjen Agus, pendekatan yang diterapkan juga melibatkan aspek sosial dan spiritual demi menjaga kenyamanan serta stabilitas masyarakat selama Ramadan.

“Bukan hanya kita mengawal arus mudik dan arus balik. Tetapi negara hadir dengan seluruh stakeholder memastikan bahwa pengembangan baik dari segi sosial dan spiritual itu harus aman, harus kondusif, harus khusyuk saat bagaimana kita mengawal bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Irjen Agus menyerukan agar semua pihak terus memberikan kontribusi maksimal demi terciptanya mudik yang aman, tertib, dan lancar. Ia juga berharap masukan dari kegiatan Anev ini dapat menghasilkan solusi dan inovasi demi pengamanan yang lebih baik di masa mendatang.

 

Exit mobile version